SuaraBali.id - Seorang pelajar, berinisial IGNEP (16) yang berperan sebagai penari Rangda dan mengikuti upacara ritual Napak Pertiwi di rumah tersebut tewas ditusuk keris.
"Ya benar ada warga meninggal tertusuk keris saat upacara Napak Pertiwi," ungkap Kelian Dinas (Kepala Dusun) Blong Gede, Made Rispong Arta Suda Negara dilansir dari Beritabali.com jaringan Suara.com, Sabtu (6/2/2021).
Made Rispong yang didampingi Kelian Adat Banjar Blong Gede yakni Made Jaya Atmaja menerangkan kronologis kejadian hingga menewaskan IGNEP. Korban sebelumnya mengikuti upacara Napak Pertiwi dalam rangkaian Hari Pagerwesi.
Menurutnya, kegiatan ritual yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WITA itu diikuti kurang lebih 30 orang.
"Dia (korban) saat itu bertugas jadi penari Rangda" bebernya.
Diterangkannya, upacara yang diprakarsai seorang anggota Polresta Denpasar itu berlangsung hingga tengah malam. Namun di tengah acara berlangsung, korban IGNEP yang mengenakan pakaian Rangda mendadak kerauhan atau kesurupan.
Sesuai tradisi ritual, tubuh pelajar itu dilakukan tes yakni ditusuk dengan keris yang dibawa para peserta. Suara gamelan sebagai pengusung ritual riuh berbunyi. Seseorang kemudian menusuk tubuh remaja yang sedang menari Rangda tersebut.
Usai ditusuk, tiba-tiba saja korban langsung tersungkur.
"Jadi, saat itu suara gamelan riuh dan itu sudah biasa. Apalagi setelah kena tusukan dianggap tidak ada masalah. Korban yang jatuh pun ditolong. Nah pas ditolong oleh tukang gamelan dan diperiksa ternyata sudah ada darahnya," ungkapnya.
Baca Juga: Museum Sultra Dijarah Maling, Keris dan Pedang Samurai Hilang
Akibatnya, situasi upacara Napak Pertiwi gempar. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUD Wangaya Denpasar untuk mendapatkan penanganan intensif. Nasib berkata lain, pelajar IGNEP dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Saya dengar kena tusuk di bagian jantung. Lebih tepatnya saya kurang paham lagi, kabarnya meninggal dunia," ungkapnya.
Made Rispong kembali melanjutkan kasusnya kini ditangani Polresta Denpasar. Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan oleh sejumlah saksi termasuk penyelenggara.
Dikonfirmasi terkait kasus ini, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkannya. Namun ia mengaku belum mengetahui secara rinci kronologisnya hingga menewaskan korban.
"Ya benar sudah ditangani. Tapi saya belum terima laporan dari Unit Reskrim. Nanti saya kabari," bebernya Jumat (5/2/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi