SuaraBali.id - Sejumlah orang yang disebut-sebut pendukung Jerinx SID melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Kamis (4/2/2021).
Aksi mereka terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Terlihat beberapa pria berjaket dan berhelm menggembok gerbang Kejati Bali dan memasang spanduk bertuliskan "Jaksa Bebal! Ngotot ingin perkarana Jerinx".
Diduga, aksi tersebut dilatarbelakangan oleh kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus IDI Kacung WHO. Para pendukung Jerinx tak terima dengan hal itu.
Selepas aksi gembok gerbang, Kejati Bali memperketat pengawasan. Hal itu disampaikan oleh asi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali A. Luga Harlianto kepada Antara, kemarin.
"Langkah kami adalah kita tingkatkan kewaspadaan, karena hal-hal seperti ini sudah sering terjadi bagi para jaksa saat melaksanakan tugasnya. Kita anggap ini sebagai bentuk solidaritas dari sahabat terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx namun prihatin dengan bentuk solidaritas yang dilakukan ini," ujarnya.
Luga menerangkan aksi solidaritas pendukung Jerinx hanya dilakukan oleh sekitar 10 pemuda. Lima di antaranya menggembok gerbang dan memasang tersebut.
Aksi tersebut, kata dia, berlangsung sekitar 3-5 menit. Setelah berfoto dan merekam video, mereka membubarkan diri.
Dia melihat, selama ini figur terdakwa Jerinx telah dibangun sebagai sosok yang berjiwa sosial. Hal itu dibuktikan dengan sahabat terdakwa I Gede Aryastina tetap melanjutkan kegiatan sosial meskipun masih dalam status tahanan.
Namun, dia berharap solidaritas yang ditunjukkan pendukung Jerinx disampaikan secara baik, tidak seperti kejadian Kamis siang.
"Jangan kemudian jiwa sosial terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx dicoreng oleh solidaritas seperti ini," ujarnya.
Baca Juga: Umbar Belahan Dada Dituduh Khianati Jerinx, Nora Alexandra Klarifikasi
Menurut dia, jaksa yang menjalankan tugas sebagai JPU dalam perkara IDI Kacung WHO telah menjalankan tugasnya secara profesional.
"Tidak ada sama sekali ada makna pembalasan dari proses pidana yang dijalankan. Mari kita serahkan kepada pengadilan atau MA untuk mengadili secara objektif," sambungnya.
Kasasi JPU
Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara I Gede Aryastina alias Jerinx telah menyatakan ksasi atas putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No 72/Pid.Sus/2020/PT DPS tanggal 14 Januari 2021 yang menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan penjara terhadap I Gede Aryastina alias Jerinx.
Dasar mengajukan kasasi akan disampaikan ketika memori kasasi telah diajukan yaitu 14 hari sejak menyatakan kasasi.
Menanggapi pengajuan kasasi oleh JPU, Pengacara Jerinx, I Wayan Suardana alias Gendo, mengatakan akan melakukan kasasi karena sejatinya Jerinx tidak pantas dipidana dan yang pantas adalah Jerinx bebas.
"Jaksa senyatanya melakukan disparitas tuntutan yang lebar antara beberapa kasus. Untuk kasus yang merusak sistem hukum karena menyuap pejabat penegak hukum dituntut lebih ringan dari Jerinx sedangkan Jerinx yang sejatinya melakukan kritik agar nyawa ibu hamil dan bayinya tidak dipertaruhkan karena sebuah sistem 'rapid test' (tes cepat) malah dituntut tinggi," katanya.
Menurut dia, jaksa seharusnya bisa lebih bijak melihat putusan majelis hakim banding. Itu karena pertimbangan hukum majelis hakim banding dalam menilai memori banding jaksa senyatanya berdasarkan satu prinsip hukum yaitu penjatuhan pidana bukanlah untuk pembalasan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur