SuaraBali.id - Sandiaga Uno baru saja dilantik menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Belum lama menjabat, Sandiaga Uno sudah mendapat kritikan pedas dari Niluh Djelantik.
Politikus asal Bali tersebut menyoroti Sandiaga Uno yang mendapat pesan dari Ma'ruf Amin untuk mengembangkan wisata halal dan religi.
Niluh Djelantik yang juga Ketua DPP Partai NasDem Bidang UMKM menolak bila wisata halal diterapkan Bali. Karena menurutnya kebijakan itu bisa merusak pariwisata Pulau Dewata yang sudah berkembang.
Pendapat itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @niluhdjelantik, Kamis (24/12/2020). Dia memajang portretnya dalam balutan bikini sembari menuliskan narasi satire.
“Contoh wisata halal di Bali. Colek mas menteri pariwisata @sandiagauno. Kesayangan yang setubuh eh setuju plis komen dong,” tulis Niluh Djelantik seperti dikutip dari Hops.id (jaringan Suara.com).
Niluh Djelantik sudah menyampaikan kritik soal wisata halal di Bali sejak bertahun-tahun lalu. Termasuk saat kampanye Pilpres 2019.
Ketika itu Sandiaga Uno mengungkapkan rencana pengembangan wisata halal di Bali jika terpilih jadi wapres. Sementara Nilh Djelantik tegas menolak wisata halal di Bali sejak bertahun-tahun lalu.
Tak hanya menyindir lewat foto berbikini, Niluh Djelantik dalam postingan sebelumnya juga menyuarakan penolakan serupa. Setelah tahu Sandiaga dititipi wisata halal oleh Maruf Amin, Niluh berkomenter tegas.
“To @sandiuno. PLEASE DON’T BE BLUNDER AGAIN. Duh baru dilantik udah kayak gini beritanya. Sebelum amnesia melanda. Nih kuselipkan berita awal 2019. Ada pernyataanmu di dalamnya. POKOKNYA INGAT PESAN KAMI. Tidak perlu utak-atik Bali, NTT, Toba, Toraja dan daerah-daerah lain yang sudah puluhan tahun menjadi magnet pariwisata Indonesia dengan karakter dan budayanya,” kata Niluh Djelantik.
Baca Juga: Sandiaga Uno Jadi Menparekraf, PHRI Siap Sampaikan Kondisi Pariwisata
Niluh Djelantik bukan sebatas mengkritik, dia juga memberi solusi bagaimana menjaga pariwisata di daerah yang disebutnya tadi. Dia memberi saran kepada Sandiaga Uno agar mengembangkan Experience Tourism, Eco Tourism, Sustainable Tourism, Cultural Tourism, Rural Tourism.
“Situ konglomerat pasti jauh lebih mengerti mas. Baca lagi masukanku di postingan sebelumnya. Kalau perlu bantuan. Silakan kumpulkan semua pelaku pariwisata, budayawan, pelaku usaha kreatif yang sudah terbukti memajukan daerahnya dengan cara berkesinambungan. Duduk bareng mereka. Dengarkan masukan mereka. Gak perlu konsultan asing dulu,” katanya.
Dia menjelaskan, para pemangku kepentingan ya ia sebusangat mumpuni dan bisa memberikan gagasan brilian, keren dan yang berorientasi hasil.
Untuk itu, dia meminta Sandiaga Uno jangan asal ngegas saja dengan wisata halal. Hendaknya ajak bicara pelaku wisata supaya tidak terjadi resistensi di kemudian hari.
"Please don’t be blunder again. Ok Oc Pak Menteri ? Duh PR kita tambah berat nih kesayangan. Kadang capek juga tapi kita musti tetap kawal. Kalau orang yang gak kompeten di bidangnya mengelola bidang pariwisata yang digadang-gadang sejak 2016 jadi penyumbang devisa terbesar negeri. Bisa runyam nanti Jangan sampai salah kaprah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026