SuaraBali.id - Banyak orang menganggap sepele masalah gigi berlubang. Padahal gigi berlubang tidak hanya bisa membuat infeksi, sakit kepala dan demam, tetapi juga bisa memicu masalah kesehatan lainnya yang lebih serius bahkan fatal, yaitu kematian.
Ya, banyak penelitian menunjukkan gigi berlubang dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti penyakit jantung,stroke dan diabetes, masalah pada kehamilan, infeksi pernapasan, kanker hingga kematian.
Berikut ulasan lengkap yang perlu Anda ketahui mengenai gigi berlubang akibat kurang menjaga kebersihan mulut dan malas rutin menyikat gigi, seperti dikutip dari hellosehat.com:
- Menyebabkan Infeksi
Jika tidak ditangani dengan benar, gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi pada gigi atas bagian belakang, dan infeksi ini dapat menyebar ke sinus belakang mata. Jika sudah begitu, bakteri akan masuk ke dalam otak dan dapat menyebabkan kematian. - Kehilangan Gigi
Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang memproduksi asam sehingga menggerogoti gigi, menyebabkan lubang pada gigi. Lubang tersebut membuat Anda mengalami rasa sakit, infeksi, dan kehilangan gigi. - Gigi Rusak Akibat Bakteri
Gigi memiliki tiga lapisan; dentin (lapisan tengah), enamel (lapisan luar), pulp (bagian tengah gigi yang terdiri dari saraf dan pembuluh darah). Semakin banyak lapisan yang terserang bakteri, akan semakin buruk kerusakan yang ditimbulkan. Bakteri tersebut akan memakan gula dari makanan yang kita makan, lalu bakteri akan mengeluarkan asam yang akan menyerang gigi sekitar dua puluh menit setelah kita makan. Enamel adalah lapisan pertama yang akan dihancurkan oleh asam dari bakteri tersebut. - Penyebab Terbentuknya Plak
Plak yang terbentuk pada gigi dan gusi mengandung banyak bakteri, tetapi dapat dikontrol dengan menyikat gigi dengan benar. - Kurangnya Air Liur
Saliva alias air liur ternyata mampu untuk menetralisir asam pada mulut. Pada kasus gigi berlubang, menurut drg. Sri Angky Soekanto, DDS, PhD, kurangnya saliva menyebabkan bakteri terakumulasi tingkat sehingga keasaman di mulut menjadi tinggi.
Gigi berlubang bisa menyebabkan berbagai penyakit hingga kematian
Gigi berlubang akan ditandai dengan perubahan warna pada gigi, Anda bisa mengenalinya dengan noda warna hitam, abu-abu atau cokelat – berupa garis atau titik yang lama kelamaan akan melebar.
Ketika tidak diobati dalam waktu yang lama, lapisan pulp akan terinfeksi lalu akan membentuk abses di sekitar tulang gigi. Kalau sudah begitu, akan menyebabkan rasa sakit dan demam pada penderita.
Jika tidak diobati, abses gigi akan menyebar ke dalam ruang jaringan, pembengkakan pun terjadi pada wajah dan kulit. Abses gigi juga menyebabkan infeksi jaringan ruang dan bisa menyebabkan sesak napas, sulit menelan, hingga kematian. Kasus gigi berlubang yang berlanjut kematian memang jarang, tetapi bukanlah hal yang tidak mungkin.
Ini terjadi saat infeksi dari gigi berlubang tersebut menyebar ke otak. Selain itu, gigi berlubang memiliki hubungan dengan penyakit jantung.
Penjelasan yang paling mendekati adalah gigi berlubang dapat menyebabkan masalah pada gusi. Di sini peneliti menemukan bahwa sakit gusi meningkatkan risiko sakit jantung. Mereka juga berpendapat bahwa kondisi jantung yang memburuk juga dapat disebabkan oleh peradangan yang ditimbulkan oleh masalah periodontal (penyakit gusi).
Begitu pula dengan stroke. Ditemukan masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, yang memicu terjadinya stroke isemik. Kedua penyakit ini dapat menyebabkan kematian.
Gigi berlubang juga menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Salah satunya Rheumatoid – gangguan autoimun yang bertahan lama sehingga berdampak pada sakit sendi. Penderita penyakit ini harus menghilangkan gigi yang abses sebab menghilangkan jaringan yang sudah terinfeksi dapat membantu mendapatkan kembali kesehatan penderita.
Begitu juga dengan penyakit usus (gastro intestinal), infeksi oral dapat menjadi pemicunya karena secara konstan Anda menelan nanah dari gusi dan gigi.
Lantas, bagaimana cara menangani gigi berlubang? Cari tahu di halaman selanjutnya.
Berita Terkait
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Inovasi Kedokteran Gigi yang Siap Ubah Layanan Kesehatan Mulut Indonesia
-
Plak, Gusi Berdarah, Gigi Berlubang: Masalah Sehari-Hari yang Jadi Ancaman Nasional?
-
72% Sikat Gigi Dua Kali Sehari, Kok Gigi Orang Indonesia Masih Bermasalah? Ini Kata Dokter!
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP