SuaraBali.id - Kepala Sub Bagian Humas dan Reformasi Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma, mengatakan, tembok pengamanan setinggi kurang lebih delapan meter di sisi barat Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli, ambruk pasca dilanda hujan deras sekitar pukul 09.30 WITA, Jumat (9/10/2020).
"Tidak ada tahanan yang berulah, tetap mengikuti arahan. Menurut perkiraan, ambruknya tembok pengamanan itu disebabkan hujan berkepanjangan seminggu terakhir," kata dia, dalam keterangan persnya di Denpasar, Sabtu (10/10/2020) malam.
Ia mengatakan, hujan deras terus-menerus itu menyebabkan banjir di sekitar tembok rumah tahanan. Lalu, debit air hujan yang tidak sebanding dengan air yang keluar melalui irigasi, sehingga menyebabkan genangan yang cukup tinggi dan menggemburkan tanah di sekitar tembok.
"Puncaknya tadi pagi hujan disertai banjir menyebabkan tembok sepanjang kurang lebih 42 meter itu roboh. Hal ini pertama kali diketahui petugas piket pengamanan yang kontrol keliling di sekitar area rumah tahanan," kata dia seperti dilansir Antara.
Ia mengatakan dari musibah yang terjadi ini, tercatat tidak ada korban jiwa, baik itu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), petugas, maupun penduduk sekitar rutan. Selanjutnya, mengintruksikan untuk tetap menempatkan para WBP yang berada di Rumah Tahanan Bangli tetap berada dalam kamar.
Jumlah WBP sebanyak 290 orang termasuk dua orang bayi titipan yang dibawa perempuan WBP yang ditahan di Rumah Tahanan Bangli diminta tetap di dalam kamar huniannya masing-masing dengan keadaan pintu terkunci.
"Dengan cara itu dapat mengurangi lalu-lintas warga binaan, lalu memperkuat pengamanan yang berjaga agar semakin siaga dalam melaksanakan tugas, karena area terbuka akibat ambruknya tembok sangat luas segera diperbaiki hari ini juga," jelasnya.
Sementara itu, Kodim 1626/Bangli juga bergotong-royong mengatasi dampak hujan lebat berkelanjutan itu. Kemudian, melakukan normalisasi longsoran tanah yang menutup badan jalan di beberapa titik di wilayah Bangli seperti di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Desa Demulih, Desa Tiga, Desa Sulahan, Desa Susut, Kecamatan Susut, dan sejumlah tempat lain di Kecamatan Bangli.
"Beberapa titik longsor terjadi akibat hujan lebat yang terjadi dari tadi malam. Kebetulan di daerah yang terjadi longsor kondisi tanahnya sangat labil sehingga pada musim hujan rawan akan tanah longsor", kata Komandan Kodim 1626/Bangli, Letnan Kolonel Infantri I Gde Putu Suwardana.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Maknai Tahun Kuda Api, BRI Imlek Prosperity 2026 Perkuat Layanan Wealth Management Nasabah
-
Bali Tutup Total Jalur Mudik 24 Jam Saat Nyepi, Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Sini
-
Bosan Sama Nastar? 5 Kue Lebaran 'Anti-Mainstream' Ini Dijamin Jadi Favorit Gen Z
-
1 Tahun Danantara, BRI Berikan Dukungan Pendidikan Lewat 5.500 Paket Sekolah
-
BRI Berangkatkan Ribuan Pemudik Lebaran 2026 dan Pastikan Perjalanan Aman