- Polresta Denpasar menangkap empat pelaku berinisial AS, ANR, IWA, dan IPS terkait kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.
- Para pelaku menggunakan puluhan barcode untuk menimbun 795 liter Pertalite di Denpasar Timur guna dijual kembali ke warung.
- Empat tersangka terancam hukuman penjara maksimal enam tahun berdasarkan Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi.
SuaraBali.id - Polresta Denpasar, Bali, membongkar dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang dijual kembali ke warung kelontong dan Pertamini.
Polisi menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam bisnis ilegal tersebut dan menyita 795 liter Pertalite.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol I Wayan Winaya mengatakan, empat orang yang diamankan masing-masing berinisial AS (25), ANR (30), IWA (31), dan IPS (38).
Mereka diduga memiliki peran berbeda, mulai dari pemodal hingga pihak yang membantu pengisian BBM di SPBU.
Baca Juga:Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
“Kita mengamankan empat orang, di mana masing-masing mempunyai peran,” kata Winaya dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas pengisian Pertalite berulang kali di SPBU Jalan Padma, Penatih, Kecamatan Denpasar Timur.
Saat melakukan penyelidikan pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 15.40 WITA, polisi menemukan aktivitas pengangkutan Pertalite menggunakan mobil pikap dan sepeda motor Yamaha Vixion.
BBM tersebut kemudian dibawa ke sebuah warung untuk dipindahkan menggunakan mesin penyedot dan selang.
Pertalite ditampung dalam drum berkapasitas 210 liter serta jeriken berukuran 30 liter sebelum dijual kembali.
Baca Juga:Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik
Gunakan Puluhan Barcode untuk Mengisi Pertalite
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga para pelaku menggunakan puluhan barcode milik konsumen untuk membeli Pertalite secara berulang di SPBU.
Winaya menjelaskan, AS diduga menjadi pemodal sekaligus mengatur distribusi BBM.
ANR bertugas mengemudikan mobil pikap Suzuki Carry, sedangkan IWA mengendarai Yamaha Vixion.
Adapun IPS diduga membantu pengisian BBM dengan menyiapkan barcode milik konsumen yang digunakan untuk transaksi di SPBU.
“Sekitar 57 barcode yang digunakan untuk bolak-balik sehari minimal lima sampai dengan 10 kali pulang-pergi ke SPBU,” ujar Winaya.