- Forum pendidikan di Bali pada Minggu (4/10/2026) membahas urgensi generasi muda belajar kecerdasan buatan dari Tiongkok.
- Delegasi Indonesia dan Tsinghua University bekerja sama menghadirkan program magang serta pelatihan teknologi bagi talenta Bali.
- Kerja sama ini juga mencakup peluang investasi sektor energi terbarukan dan dukungan transisi energi nasional.
SuaraBali.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali didorong menjadi pintu masuk transfer ilmu kecerdasan buatan (AI) dari China bagi generasi muda Bali.
Hal itu mengemuka dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali, Minggu (4/10/2026). Forum dihadiri petinggi Tsinghua University, Beijing, dengan delegasi Indonesia dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Pengelola kawasan menilai kemampuan AI tak bisa lagi ditunda, sementara Tiongkok dipandang sudah jauh di depan.
Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya menegaskan ada urgensi belajar AI dari China.
Baca Juga:Soal Batas Laut KEK Serangan, Tantowi Yahya Diminta Bijak Agar Rakyat Jangan Dikurung
"Tsinghua University itu universitas terdepan di dunia dalam konteks AI. AI itu sesuatu yang tak terelakkan saat ini," katanya.
Tantowi mengaku baru pulang dari Beijing dua pekan lalu dan melihat langsung industri otomotif dan media berbasis AI.
"Saya melihat sendiri bahwa China jauh meninggalkan negara mana pun di dunia ini dalam konteks AI dan teknologi," ujarnya.

Menurut Tantowi, mahasiswa dan anak muda Bali dibuka kesempatan mengikuti program kerja sama dengan Tsinghua, baik sebagai mahasiswa maupun peserta program reguler. Ia sendiri menilai bisa mendorong para mahasiswa untuk menimba ilmu sebanyak mungkin dari China.
Ia juga menyebut bahwa alumni Tsinghua di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Bali menjadi rujukan utama karena banyak kesepakatan dengan Tsinghua ditandatangani di kawasan tersebut. Sebagaimana diketahui, Tsinghua Southeast Asia Center berkantor di UID Bali Campus sejak 2018.
Baca Juga:Pengeloka KEK Kura-kura Bali Didesak Lepas Pelampung Batas Laut yang Sulitkan Nelayan
Sementara itu, Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata mengatakan UID dan Tsinghua Southeast Asia Center memiliki program magang yang sudah mapan. Program itu diklaim memberi pelajar dan pemuda Bali paparan langsung terhadap pemikiran terdepan.
"Anak-anak mudalah yang akan menjadi penerus dan pemimpin, jadi suara mereka perlu dilibatkan dalam bagaimana dunia masa depan ini tercipta," kata Shobi.
Shobi mengatakan UID ditunjuk sebagai salah satu Garuda Spark Innovation Hub, titik hubung berbagai inisiatif komunitas agar talenta Bali lebih terekspos dan mendapat kesempatan pendidikan terkait AI.
"Suka atau tidak suka, dunia hari ini dan ke depan basisnya AI," ujarnya.
Ia menekankan yang dikejar bukan sekadar infrastruktur. Arahan Luhut, kata Shobi, adalah mendatangkan para ahli untuk mentransfer kemampuan kepada orang Indonesia. Menurutnya hal ini lebih penting daripada sekadar investasi infrastruktur fisik.
Dari sisi program, UID dan Tsinghua mengembangkan Happy Digital X, program nonformal yang memadukan AI, penataan kota, dan design thinking yang bertujuan membuat kota yang membahagiakan warganya.