- Polisi membongkar makam KD di Buleleng pada Senin untuk melengkapi penyidikan kasus pengeroyokan.
- Lima orang ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya KD akibat dihakimi massa karena mencuri ayam.
- Korban KD merupakan kepala keluarga kurang mampu dan penerima bantuan sosial dari pemerintah kabupaten.
SuaraBali.id - Polisi membongkar makam korban berinisial KD, pria asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, yang tewas dikeroyok massa usai diduga terpergok mencuri ayam.
Penggalian jenazah dilakukan di Kuburan Desa Adat Sidetapa, Buleleng, pada Senin (27/7) siang.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menerangkan, bahwa ekshumasi atau penggalian kembali jenazah dari kubur dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan kasus.
"Tujuan utama ekshumasi adalah mengidentifikasi identitas mayat, mencari penyebab pasti kematian, serta mengumpulkan tanda-tanda kekerasan demi kepentingan penegakan keadilan hukum," kata dia, saat dikonfirmasi.
Baca Juga:5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
Ia menyebutkan, ekshumasi dapat memperkuat konstruksi perkara yang saat ini masih didalami penyidik.
"Betul (untuk melengkapi penyelidikan)," ujarnya.
Area pemakaman dipasangi garis polisi. Sejumlah personel kepolisian berjaga di sekitar makam untuk mengamankan jalannya proses ekshumasi.
Penyidik Satreskrim Polres Tabanan, petugas identifikasi, serta tim medis forensik tampak berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan jenazah.
Sebelumnya, kepolisian Polres Tabanan, Bali, telah menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus pengeroyokan seorang pria berinisial KD yang melakukan pencurian ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Baca Juga:Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Peristiwa itu, terjadi pada Jumat (24/7). Korban berinisial KD dihakimi massa hingga tewas usai terpergok diduga mencuri ayam aduan.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, polisi saat ini menangani dua perkara sekaligus, yakni dugaan tindak pidana pencurian yang ditangani Polsek Baturiti serta dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional oleh Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Korban Penerima Bansos
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng I Putu Kariaman Putra mengatakan, korban KD adalah warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
"Memiliki istri dan tiga anak dan juga menanggung orang ibu kandungnya. Dalam kondisi kurang mampu," kata Kariaman saat dikonfirmasi, Senin (27/7).