- Pedagang hewan kurban di Kota Mataram mencatat peningkatan penjualan kambing yang signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu.
- Strategi pemasaran berupa penawaran harga kompetitif serta pemberian bonus telur terbukti efektif menarik minat banyak pembeli.
- Meskipun sempat dikhawatirkan sepi, mayoritas kambing yang memenuhi syarat kurban telah berhasil terjual hingga H+1 Idul Adha.
SuaraBali.id - Beberapa lapak penjualan hewan kurban tetap meraup untung pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Hewan kurban yang dijual tetap laku dan bahkan melebihi dengan jumlah penjualan tahun 2025 lalu.
Salah seorang pedagang hewan kurban di Kota Mataram Suhaili Effendi mengatakan salah satu trik yang diterapkan untuk meningkatkan jumlah pembeli yaitu permainan harga.
Dimana, lapak yang ada di jalan Majapahit Kota Mataram itu menjual hewan kurban mulai dari harga Rp1,5 juta.
“Promosi kita biasa saja. Kalau mau beli kambing murah ke lapak ini harganya mulai Rp1,5 juta. Jadinya cepat orang pada kesini,” katanya.
Baca Juga:Tradisi Ngejot Daging Kurban Menjaga Toleransi Umat Beragama di Bali
Meksi harga murah, Suhaili memastikan hewan kurban terutama kambing yang dijual sudah memenuhi syarat kurban.
Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan syarat-syarat hewan yang bisa dikurbankan.
Hingga H+1 ini, jumlah kambing yang terjual mencapai 98 ekor. Jumlah ini meningkatkan jika dibandingkan dengan tahun lalu yaitu hanya mentok di angka 80 ekor kambing.
“Kita siapkan 130 ekor. Sudah laku terjual itu 98 ekor. Ada kemajuan penjualan tahun ini,” katanya.
Kambing-kambing yang tidak laku terjual akan dibawa pelihara kembali. Karena jual beli kambing bukan hanya pada saat Hari Raya Idul Adha namun menjadi mata pencahariannya.
Baca Juga:Rupiah Anjlok, Nasib Perajin Tahu di Mataram di Ujung Tanduk: Bahan Baku Mahal, Untung Kian Tipis
“Setiap hari jualan kambing di rumah. Kita ada kelompok namanya Murah Jaya Farm. Kita jual khusus kambing saja,” ungkapnya.
Sebelumnya, lapak yang dibuka beberapa sebelum Hari Raya Idul Adha tersebut cukup sepi pembeli.
Ia merasa khawatir kambing yang dijual tahun ini tidak banyak laku apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini.
Namun, hewan kurban yang dijual mulai diserbu pembeli sejak H-1 Hari Raya Idul Adha.
“Kemarin kita khawatir karena perang dunia dan anjloknya nilai tukar rupiah ini. Tapi alhamdulillah banyak yang laku terjual. Jadi tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan. Saya kira tidak ada yang mau beli kemarin itu,” katanya.
Sementara itu pedagang yang lain Hariadi mengatakan, hewan kurban yang disiapkan mulai laku terjual sejak baru pertama membuka lapak pada 15 Mei lalu.