- Presiden China Xi Jinping mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunjungi kompleks pemerintahan tertutup Zhongnanhai di Beijing.
- Pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan kedua negara sebagai bentuk balasan kunjungan Trump sebelumnya di Mar-a-Lago tahun 2017.
- Kedua pemimpin negara membahas kesepakatan perdagangan fantastis serta merencanakan kunjungan timbal balik Xi Jinping ke Amerika Serikat.
"Saya benar-benar menjadi pengagumnya. Kami sudah saling mengenal selama 11, hampir 12 tahun, itu waktu yang lama dan kami telah menyelesaikan berbagai persoalan yang tidak akan mampu diselesaikan oleh orang lain. Hubungan ini sangat kuat," ungkap Trump.
Ia pun yakin keduanya telah mencapai hal-hal yang luar biasa tanpa merinci apa saja kesepakatan yang didapat.
"Saya yakin kami akan kembali, mungkin pada 24 September atau sekitar tanggal itu dan Presiden Xi akan datang ke Amerika Serikat. Kunjungan ini akan bersifat timbal balik, seperti perdagangan timbal balik," kata Trump singkat.
Saat kunjungan tersebut juga hadir Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Baca Juga:Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!