Baca 10 detik
- Nilai tukar rupiah melemah menembus Rp17.500 per dolar AS pada 12 Mei 2026 akibat tekanan faktor global dan domestik.
- Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia serta penguatan dolar AS yang menekan stabilitas ekonomi dan fiskal nasional.
- Sentimen peninjauan indeks MSCI dan penurunan prospek peringkat kredit internasional menurunkan minat investor terhadap aset berdenominasi rupiah Indonesia.
Artinya, pelemahan nominal rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan persoalan fundamental ekonomi.
Maka dari itu, ke depan stabilitas rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan konflik geopolitik global serta respons kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
Ia memperkirakan ruang penurunan suku bunga acuan kini kian terbatas karena prioritas utama tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga:Desa Sausu Tambu Tembus Prestasi Nasional, Ekonomi Pesisir Tumbuh Lewat Program Desa BRILiaN