Warga Bali Keluhkan Asap Bakar Sampah Ganggu Istirahat, Ini Bahayanya untuk Kesehatan

Asap pembakaran sampah di Bali beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan

Muhammad Yunus
Minggu, 12 April 2026 | 09:32 WIB
Warga Bali Keluhkan Asap Bakar Sampah Ganggu Istirahat, Ini Bahayanya untuk Kesehatan
Ilustrasi membakar sampah sembarangan
Baca 10 detik
  • Warga Bali memprotes aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan malam hari karena asapnya mengganggu kenyamanan serta waktu istirahat warga.
  • Paparan asap pembakaran sampah mengandung bahan kimia berbahaya yang memicu gangguan pernapasan, penyakit paru-paru, hingga risiko kanker serius.
  • Residu logam beracun dari pembakaran sampah dapat mencemari lingkungan serta memicu gangguan kesehatan jangka panjang termasuk kerusakan otak.

SuaraBali.id - Asap pembakaran sampah di Bali beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan. Banyak warga Bali yang protes dan mengunggahnya ke sosial media karena merasa terganggu.

Bahkan, beberapa warga mengaku jika aktivitas pembakaran sampah tersebut ada yang dilakukan di jam 02.00 WITA, sehingga menggangu istirahat.

Warga mengeluh karena asapnya masuk ke dalam rumah, dan memenuhi seisi rumah sehingga mengganggu istirahat.

Tak hanya menimbulkan bau menyengat, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah ini juga dapat berpotensi berdampak pada Kesehatan.

Baca Juga:Warga Bali Bakar Sampah Terancam Pidana, Bagaimana Cara Olah Sampah yang Benar?

Sekilas, membakar sampah dianggap sebagai jalan pintas untuk melenyapkan tumpukan sampah yang menjadi sarang penyakit.

Namun, menyingkirkan tumpukan sampah dengan cara membakar ini justru memunculkan masalah baru untuk Kesehatan.

Berikut bahaya membakar sampah untuk Kesehatan jangka Panjang:

1. Gejala Batuk dan Sesak Napas

Asap pembakaran sampah mengandung materi tidak kasatmata, seperti hydrogen klorida, hydrogen sianida, benzene, stiren, arsen, timbal, kromium, dioksin, furan dan benzo(a)pirena.

Baca Juga:Viral Warga Bali Bakar Sampah di Teba Modern, Warganet: Denpasar on Fire

Semua bahan kimia tersebut bukan untuk dihirup manusia karena berbahaya.

Padahal, bahan kimia dari asap pembakaran sampah tersebut biasanya langsung terhirup oleh manusia.

Jika bahan – bahan kimia berbahaya terus dihirup oleh manusia, hal ini dapat menimbulkan gejala batuk, sesak napas, infeksi mata, sakit kepala dan pusing.

2. Penyakit Paru dan Kanker

Menurut U.S. Environmental Protection Agency, karbon monoksida dan formaldehida (formalin) adalah dua zat utama hasil pembakaran yang paling banyak memicu penyakit pernapasan.

Seorang peneliti dari National Center of Atmospheric Research, Cristine Wiedinmyer, menemukan bahwa sebanyak 29% asap hasil pembakaran mengandung partikel logam berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini