- Gubernur Bali mendorong masyarakat mengurangi konsumsi nasi dan beralih ke singkong dan jagung sebagai transformasi pola makan.
- Politisi Ni Luh Djelantik mengkritik fokus pada pola makan sebelum menyelesaikan isu kesejahteraan dan regenerasi petani Bali.
- Djelantik mengusulkan pembentukan akademi tani, perbaikan irigasi, dan stabilisasi harga beras demi petani.
Dalam unggahan yang sama, ia turut menyinggung soal Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk subak yang sebelumnya disebut mengalami pemotongan dari Rp50 juta per tahun menjadi Rp15 juta per tahun.
“Mengembalikan BKK Subak kembali menjadi Rp50 juta per tahun per subak yang sekarang hanya Rp15 juta per tahun. Pakai PWA ada kok uangnya,” tulisnya.
Di akhir pernyataannya, Mbok Niluh menegaskan bahwa wacana perubahan pola konsumsi pangan sebaiknya dibicarakan setelah persoalan kesejahteraan petani terselesaikan.
“Kalau sudah beres urusan kesejahteraan petani, baru bicara urusan singkong dan jagung yang kami juga biasa makan,” tegasnya.
Baca Juga:Ingin Tubuh Gemuk Tanpa Harus Makan Nasi? Ini Solusinya!
Kontributor : Kanita