- One Global Capital merealisasikan distribusi investasi properti Five Dock Sydney senilai Rp1,2 triliun menjelang Imlek 2026.
- Investasi awal AUD5 juta lebih dari dua dekade lalu berkembang signifikan setelah persetujuan rezoning properti pada 2019.
- Keberhasilan ini membuktikan investasi Indonesia mampu bersaing dengan fokus pada aset riil dan tata kelola yang ketat.
Bagi Iwan Sunito, yang lahir di Tahun Kuda Api 1966, Imlek 2026 yang juga memasuki Tahun Kuda Api terasa spesial. Ia menyebut filosofi Kuda Api—energi, keberanian, dan daya tahan—sejalan dengan perjalanan bisnis yang dibangun secara konsisten dalam jangka panjang.
“Hasil besar tidak lahir dalam semalam. Ini buah dari dua dekade kesabaran, keteguhan, dan keberanian untuk tetap berjalan saat belum banyak yang percaya,” ujarnya.
Australia Dinilai Stabil dan Prospektif
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kondisi ekonomi Australia yang relatif stabil. Dengan nilai ekonomi sekitar AUD2,3 triliun dan GDP per kapita di atas AUD90.000, Australia dinilai memiliki sistem hukum dan regulasi yang transparan.
Baca Juga:5 Strategi Bank Indonesia Tumbuhkan Ekonomi 2026 di Bali
Sydney sendiri berkembang sebagai salah satu safe haven properti di kawasan Asia Pasifik. Permintaan properti tumbuh secara struktural, ditopang migrasi, sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi riil.
Director of Capital One Global Capital, Samuel Sunito, menambahkan pihaknya ingin membuka lebih banyak akses bagi investor Indonesia untuk memiliki aset properti global.
“Ke depan, kami ingin investor Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemilik aset di pasar global,” ujarnya.
Distribusi Rp1,2 triliun ini sekaligus menjadi penanda bahwa strategi investasi jangka panjang, pemilihan aset yang tepat, dan tata kelola yang disiplin masih menjadi kunci utama dalam menciptakan imbal hasil signifikan di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga:Ratusan Relawan dan Karyawan BRI Bersih-bersih di Pantai Kedonganan Bali