- Pemerintah NTB mengimbau wisatawan berhati-hati selama musim hujan akhir 2025 karena potensi bahaya di lokasi wisata.
- Destinasi seperti air terjun, perbukitan, pantai, dan sungai memerlukan kewaspadaan ekstra akibat potensi longsor atau banjir rob.
- BPBD NTB meminta Pokdarwis memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan jalur evakuasi di lokasi wisata rawan.
4. Sungai
Beberapa sungai di Lombok dibuat menjadi destinasi wisata oleh masyarakat setempat. Arus yang cukup deras menarik wisatawan untuk bermain arum Jeram.
Pada musim hujan ini, masyarakat harus lebih berhati-hati ketika berlibur ke destinasi wisata sungai.
Salah satu yang cukup ramai di kunjungi yaitu destinasi wisata “Aiq Nyet” yang ada di Lombok Barat.
Baca Juga:7 Destinasi Bali Akan Membawamu ke Era Kerajaan Hindu, Turis Wajib Kunjungi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahmadi mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengingatkan para pengunjung lebih berhati-hati. Bahkan di lokasi yang cukup rawan harus difasilitasi dengan rambu-rambu.
“Ada Pokdarwis juga yang ada di kawasan itu. Biasanya tempat-tempat yang indah itu juga rawan. Air terjun dan yang curam-curam itu hindarilah,” tegasnya Senin (1/12) siang.
Pasangan rambu-rambu ini harus menjadi kelengkapan di masing-masing destinasi wisata.
Hal ini menjadi sangat penting agar para wisatawan bisa lebih waspada terutama di lokasi-lokasi rawan.
Baca Juga:6 Surga Alam Tersembunyi Bali Timur yang Jarang Tersentuh Wisatawan
“Rambu-rambu yang perlu dilengkapi itu rawan longsor, jalur evakuasi juga harus ada di destinasi wisata,” ujarnya.
Untuk destinasi wisata Tiga Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air di Kabupaten Lombok Utara, Ahmadi meminta untuk lebih berhati-hati.
Apalagi terjadi gelombang tinggi untuk menghindari penyeberangan.
“Harus dihindari ketika gelombang tinggi di Tiga Gili,” katanya.
Kontributor: Buniamin