Belajar dari Mahasiswa Universitas Udayana, Begini 5 Cara Efektif Melindungi dari Bullying

Kasus bullying di Unud (berujung sanksi bagi pelaku) jadi perhatian. Bullying bisa terjadi di mana saja dan berdampak buruk. Korban harus berani bicara, tegas.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:31 WIB
Belajar dari Mahasiswa Universitas Udayana, Begini 5 Cara Efektif Melindungi dari Bullying
Kawasan Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Selasa (14/2/2023) [Suara.com / Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Kasus di Udayana jadi alarm bahaya bullying, tindakan agresif yang disengaja dan merusak mental
  • Langkah terpenting melindungi diri dari perundungan adalah dengan berani bicara pada orang dewasa.
  • Cara lain melindungi diri: tunjukkan sikap tegas, bangun pertemanan, dan dokumentasikan bukti.

Pelaku bullying seringkali menargetkan orang yang terlihat lemah, tidak yakin, atau mudah terintimidasi. Cobalah untuk menunjukkan bahasa tubuh yang tegas: tegakkan punggung, pandang mata pelaku (tanpa menantang agresif), dan bicaralah dengan suara yang jelas dan tenang. Anda bisa mengatakan "Hentikan!" atau "Tinggalkan aku sendiri!".

Sikap tegas bisa membuat pelaku kehilangan minat karena mereka tidak mendapatkan reaksi yang mereka inginkan (ketakutan atau tangisan). Ini menunjukkan bahwa Anda tidak mudah dijadikan target.

3. Hindari Situasi dan Area Rawan Bullying

Jika Anda tahu ada tempat atau situasi tertentu di mana bullying sering terjadi (misalnya, lorong sepi sekolah, tangga belakang, atau grup chat tertentu), cobalah untuk menghindarinya. Berjalanlah bersama teman atau berada di tempat yang ramai.

Baca Juga:BNN Gandeng Unud Untuk Riset Ganja Sebagai Obat, Berpotensi Dilegalkan?

Mengurangi paparan langsung dengan pelaku akan mengurangi kesempatan mereka untuk melakukan bullying. Keamanan ada di jumlah.

4. Bangun Lingkaran Pertemanan dan Dukungan Sosial yang Kuat

Memiliki teman-teman yang mendukung adalah "perisai" yang sangat ampuh. Pelaku bullying cenderung berpikir dua kali sebelum menargetkan seseorang yang selalu bersama dengan kelompok teman. Selain itu, teman juga bisa menjadi tempat curhat dan memberikan semangat.

Kehadiran teman-teman memberikan kekuatan kolektif dan sinyal kepada pelaku bahwa Anda tidak sendirian. Mereka juga bisa menjadi saksi jika bullying terjadi.

5. Dokumentasikan Bukti Bullying

Baca Juga:BNN RI: Artis Narkoba Bebas dari Penjara? Ini Kekhawatirannya

Terutama dalam kasus cyberbullying atau bullying yang berulang, menyimpan bukti sangat penting. Tangkap layar pesan, simpan email, atau catat tanggal, waktu, lokasi, dan detail kejadian. Ini akan sangat berguna jika Anda memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang atau institusi terkait.

Bukti konkret akan memperkuat laporan Anda dan membantu pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini