Menurutnya warga muslim di Loloan, Jembrana adalah keturunan Bugis yang sudah lama tinggal di Jembrana dan memiliki perbedaan tradisi.
Kembang menjelaskan bahwa sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan harus terus dijaga.
"Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Kita perlu mendiskusikan agar ke depannya lebih tertib dan harmonis," katanya.
Demikian pula dengan Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto.
Baca Juga:Bali Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir Saat Malam Pengerupukan Ogoh-ogoh
Ia turut menyayangkan penyebaran video yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa warga Jembrana, baik Muslim maupun Hindu, selama ini hidup rukun dan damai.
"Warga Muslim dan Hindu di Jembrana sudah hidup rukun. Mari kita jaga bersama," tegas Endang.
Anggota Polri Naik Motor Saat Nyepi
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Endang juga menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi kepada anggota Polri berinisial MC (49) yang kedapatan mengendarai sepeda motor saat Hari Suci Nyepi di Desa Sumbersari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.
Baca Juga:Operasional Bandara Tutup Saat Nyepi, 181 Ribu Orang Tinggalkan Bali
Ia menegaskan bahwa bila polisi tersebut bersalah akan diberikan sanksi.