Pada Rabu (16/10) pukul 06.07 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Berdasarkan hasil autopsi di RS Sanglah, korban meninggal dunia akibat pendarahan akibat bekas benda tumpul dan sobekan di dada akibat benda tajam," kata Umar.
Setelah itu Polres Gianyar melakukan pendalaman mengenai kebenaran unggahan milik DK.
Video itu memang diambil oleh korban DK, namun DK tidak pernah memiliki akun media sosial yang menyebarkan video tersebut.
Baca Juga:Jelang Laga Tanpa Suporter Melawan Persita Tangerang, Bali United Berlatih Keras
Ternyata video asli yang diunggah korban pada status story WA-nya diambil oleh Yanto, kemudian mengeditnya dengan HP yang bersangkutan dan menambahkan kata-kata yang menyulut emosi warga setempat.
"Di dalam video dengan tulisan yang viral. Ini yang membuat masyarakat mengambil tindakan main hakim sendiri karena merasa tersinggung atas perbuatan itu, namun tidak mengecek siapa yang membuat," katanya.