"Saya bayar 50 ribu ringgit ke agen tersebut, melalui transfer dan selama proses itu kami hanya berhubungan melalui telepon," ujar dia.
Dari 44 WNA itu, setiap orang punya agen masing-masing, dan mereka diminta bayar bervariasi dan tertinggi adalah 50 ribu ringgit atau setara dengan Rp172 jutaan.
Sesampainya di Medan mereka lalu dibawa ke Jakarta, sampai pada awal Juni mereka dibawa ke bagian selatan Jawa Barat untuk persiapan berangkat ke Australia.
Muhammad Manna yang sudah pernah bekerja di Malaysia selama delapan tahun itu mengaku dia dan sejumlah rekannya itu mau ke Australia dengan tujuan agar bisa bekerja di negara tersebut mendapatkan uang yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Baca Juga:Viral Ulah WNA di Bali Masukkan Kepala ke Kolam Bunga di Hotel
"Saat ini kami sudah di Indonesia, kami hanya ingin pulang ke Bangladesh," ungkapnya.
Sebelumnya pada Senin (8/7) 44 WNA asal Bangladesh dan Myanmar ditemukan oleh warga terdampar di pesisir pantai Kabupaten Rote Ndao. Mereka menggunakan dua kapal.
Setelah terdampar mereka lalu diamankan oleh aparat Kepolisian Rote Ndao selama tiga hari dan diberikan pakaian serta makanan dan minuman. Dan pada Kamis (11/7) dipindahkan ke Kupang untuk penanganan lebih lanjut. (ANTARA)