Makna Isian Sesajen Bali yang Selalu Dihaturkan Umat Hindu

Banten bukan sebagai persembahan untuk menukar sesuatu, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 15 Mei 2024 | 14:30 WIB
Makna Isian Sesajen Bali yang Selalu Dihaturkan Umat Hindu
ILUSTRASI - Festival Puputan Badung 2014 di Denpasar, Sabtu (20/9). Kegiatan bidang seni budaya selama sebulan itu melibatkan sekitar 1.000 seniman untuk memperingati 108 tahun Perang Puputan Badung yaitu pertempuran titik darah penghabisan warga Badung melawan Belanda pada tahun 1906. [Antara/Nyoman Budhiana]

4.      Jajanan, melambangkan rasa Syukur.

5.      Lauk Pauk, melambangkan persembahan terbaik.

Banten ini biasanya diletakkan di Pura, petirtaan, pohon-pohon besar hingga di depan rumah. Tak jarang, banyak sekali sesajen di depan rumah maupun dipinggir jalan yang terinjak-injak manusia tak bertanggung jawab.

Waktu untuk mempersembahkan banten ini sesuai dengan tujuannya. Biasanya akan dipersembahkan dihari-hari tertentu seperti, Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati, acara pernikahan, kematian atau saat memulai usaha baru.

Baca Juga:Lekat dengan Pria Bali, Ini Makna Tari Baris

Namun ada juga banten yang dipersembahkan setiap hari di rumah selesai memasak sebagai wujud rasa Syukur.

Setiap orang Hindu di Bali berhak mempersembahkan sesajen, namun biasanya ada pembagian tugas.

Persembahan sesajen di Pura biasanya dilakukan oleh pemuka agama Hindu, pendeta atau pemangku. Sementara persembahan sesajen di rumah dilakukan oleh anggota keluarga tersebut.

Kontributor : Kanita

Baca Juga:Tanggapi Lab Narkoba di Bali, Luhut : Orang Yang Bikin Kacau Jangan Dibiarkan Masuk Lagi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak