4. Jajanan, melambangkan rasa Syukur.
5. Lauk Pauk, melambangkan persembahan terbaik.
Banten ini biasanya diletakkan di Pura, petirtaan, pohon-pohon besar hingga di depan rumah. Tak jarang, banyak sekali sesajen di depan rumah maupun dipinggir jalan yang terinjak-injak manusia tak bertanggung jawab.
Waktu untuk mempersembahkan banten ini sesuai dengan tujuannya. Biasanya akan dipersembahkan dihari-hari tertentu seperti, Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati, acara pernikahan, kematian atau saat memulai usaha baru.
Baca Juga:Lekat dengan Pria Bali, Ini Makna Tari Baris
Namun ada juga banten yang dipersembahkan setiap hari di rumah selesai memasak sebagai wujud rasa Syukur.
Setiap orang Hindu di Bali berhak mempersembahkan sesajen, namun biasanya ada pembagian tugas.
Persembahan sesajen di Pura biasanya dilakukan oleh pemuka agama Hindu, pendeta atau pemangku. Sementara persembahan sesajen di rumah dilakukan oleh anggota keluarga tersebut.
Kontributor : Kanita
Baca Juga:Tanggapi Lab Narkoba di Bali, Luhut : Orang Yang Bikin Kacau Jangan Dibiarkan Masuk Lagi