Makna Pamerajan di Setiap Rumah Adat Bali

Penduduk setempat yang memeluk agama Hindu sampai saat ini masih mempertahankan bangunan rumah adat Bali.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 29 April 2024 | 18:10 WIB
Makna Pamerajan di Setiap Rumah Adat Bali
ILUSTRASI rumah adat Bali milik Mahalini Raharja. (YouTube/Tiara Andini)

SuaraBali.id - Berkunjung ke Pulau Dewata tak hanya dimanjakan dengan pemandangan alamnya berupa pantai saja. Namun di sini kalian juga akan menemui ribuan pura serta rumah-rumah khas Bali.

Penduduk setempat yang memeluk agama Hindu sampai saat ini masih mempertahankan bangunan rumah adat Bali.

Seperti yang diketahui, rumah-rumah di Bali ini memiliki beberapa bagian di dalamnya. Bagian-bagian ini dibangun secara terpisah satu sama lain.

Mulai dari Gapura, angkul-angkul, aling-aling, bale gede, pawaregen dan masih banyak lagi. Di dalam Kawasan rumah adat Bali ini pasti ada tempat suci yang mereka gunakan untuk bersembahyang.

Baca Juga:Dua Produser Reality Show Korea Dideportasi dari Bali, Langgar Izin Syuting

Tempat suci itu biasa disebut dengan Pamerajan atau Pura keluarga. Mayoritas penduduk Bali memang memeluk agama Hindu, sehingga pasti mempunyai Pamerajan atau pura tempat beribadah di rumah.

Umumnya, Pamerajan ini dibangun pada bagian sudut rumah dan disebelah timur laut yang menjadi bangunan suci sekaligus sakral.

Pasalnya, tempat ini digunakan oleh penghuni rumah untuk melakukan upacara sembahyang serta doa harian.

Pada bangunan ini memiliki beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda, tergantung dari pemiliknya.

Namun, bangunan wajib yang harus ada pada pamerajan ini adalah kemulan, Penglurah, Padmasaro, Taksu, Peliangan dan juga Piyasan.

Baca Juga:Soal Warung Madura yang Buka 24 Jam, Pemkot Denpasar : Bukan Berprasangka

Melansir dari buku “Indik Wewangunan” karya Drs. I Ketut Pasek Swastika, Pamerajan atau sanggah dalam sebuah keluarga Hindu di Bali adalah tempat suci berdasarkan Tri Angga, Tri Mandala dan Tri Hita Karana.

Fungsinya yaitu sebagai tempat pemujaan Bhetara Kawitan serta Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan berbagai manifestasi-Nya.

Tri Angga berarti merajan tidak terlepas dari perumpamaan keberadaan tubuh manusia, yang terdiri dari kepala, badan dan kaki.

Merajan merupakan bagian kepala atau luhuring genah atau pekarangan. Badan atau madyanya adalah halaman rumah atau tepatnya rumah itu sendiri.

Kaki atau Nista angganya adalah tempat yang merupakan kebun dari pekarangan tersebut. Karena merupakan luhuring dari halaman atau pekarangan, maka merajan berada di timur laut halaman rumah.

Meski demikian, ada juga yang menempatkannya di bagian tertinggi dari posisi tanah atau halaman rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini