Tujuan Upacara Mecaru Atau Bhuta Yadnya di Bali

Persembahan ini biasanya berupa nasi lima warna, lauk pauk ayam, brumbuhan, dan tuak

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 22 November 2023 | 19:05 WIB
Tujuan Upacara Mecaru Atau Bhuta Yadnya di Bali
Upacara Mecaru Manca Warna Di Kantor Perbekel Desa Kayubihi, Bangli, Bali. [kayubihi.desa.id]

SuaraBali.id - Upacara Adat Mecaru dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alamnya.

Umat Hindu Bali biasa menyebut upacara ini dengan Bhuta Yadnya. Melansir dari laman kemdikbud.go.id, Bhuta Yadnya adalah suatu upacara untuk menjaga mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan alam lingkungan sekitarnya, sementara caru sendiri arti nya cantik atau harmonis (kitab Samhita Swara).

Mecaru ini juga dilaksanakan sehari sebelum hari raya Nyepi, tepat pada bulan mati (tilem).

Selain itu juga untuk merawat lima unsur alam, yaitu tanah, air, udara, api dan ether.

Baca Juga:Upacara Tawur Nawa Gempang Butha Slurik, Netralisir Roh Korban Perang di Bali

Upacara Mecaru ini dilaksanakan sebelum Hari Nyepi tiba, yaitu pada waktu Sasih Kesanga. Setiap keluarga yang melakukan upacara ini membuat caru (persembahan) sesuai dengan kemampuan ekonominya.

Persembahan ini biasanya berupa nasi lima warna, lauk pauk ayam, brumbuhan, dan tuak. Kenapa Binatang menjadi salah satu persembahannya?

Penggunaan Binatang (wewalungan) dalam upacara ini mengandung makna penyucian untuk keseimbangan alam mikrokosmos dan makrokosmos.

Permohonan ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala agar mereka tidak mengganggu umat manusia.

Persembahan tersebut juga sebagai pengharapan tidak akan mengalami hal-hal buruk lagi dimasa mendatang.

Baca Juga:Tujuan Upacara Megedong-gedongan Untuk Ibu Hamil di Bali

Upacara Mecaru ini biasanya dilakukan di perempatan jalan dan dilingkungan rumah masing-masing.

Lantas apa makna tersembunyi dibalik adanya Upacara Mecaru ini?

Upacara Mecaru ini berfungsi menanamkan nilai-nilai luhur dan spiritual kepada umat manusia. Mereka diharapkan tetap setia menjaga keharmonisan alam, lingkungan beserta isinya.

Upacara ini juga mengingatkan manusia sebagai makhluk hidup wajib merawat alam yang diumpamakan badan raga Tuhan dalam perwujudan alam semesta beserta isinya.

Kontributor: Kanita Auliyana Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini