Mariners kemudian unggul 2-1 melalui hadiah penalti setelah wasit menilai ada pelanggaran.
Tendangan penalti itu dieksekusi oleh penyerang Marco Tulio pada menit ke-64 dan menjebol gawang yang dijaga Adilson Maringga.
Para penonton di Stadion Dipta sempat kecewa dengan keputusan wasit asal Tajikistan itu karena dinilai memberikan keuntungan kepada tim Australia.
Tanpa ada anarkis, kekecewaan suporter Bali United itu justru dilakukan dengan memberikan tepuk tangan kepada wasit.
Sedangkan di tribun utara, suporter tim tuan rumah tetap bernyanyi untuk memberikan semangat kepada Bali United.
Meski begitu, sang kapten Ricky Fajrin dan kawan-kawan berupaya mengejar ketertinggalan di antaranya melalui kaki Privat Mbarga pada ke-85, namun sayang bola belum bersarang tepat di gawang Mariners.
Begitu juga tendangan pojok yang dieksekusi Muhammad Rashid pada menit-menit terakhir waktu tambahan juga belum membuahkan hasil.
Hingga tambahan waktu enam menit pada babak kedua berakhir, Central Coast Mariners menutup pertandingan dengan meraih tiga poin berkat kemenangan tersebut.
Central Coast Mariners untuk sementara berada di posisi puncak klasemen sementara Grup G Piala AFC dengan mengantongi sembilan poin. Sedangkan Bali United harus puas berada di posisi ketiga dengan empat poin. (ANTARA)