Gara-gara Kasus Meningitis, Harga Babi di Bali Kini Anjlok

Hary meminta masyarakat tak usah takut mengonsumsi daging babi.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 28 April 2023 | 12:34 WIB
Gara-gara Kasus Meningitis, Harga Babi di Bali Kini Anjlok
Suasana pusat penjualan daging Babi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Dengan demikian ia menegaskan bahwa tidak semua meningitis disebabkan oleh konsumsi daging babi, pun juga Dinkes Bali masih melihat kasus per kasus melalui uji laboratorium.

38 Kasus Meningitis di Bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali merilis laporan ada 38 kasus suspek Meningitis Streptococcus Suis (MSS) di Provinsi Bali dari Januari 2023 sampai Senin 24 April 2023. Dari jumlah tersebut, yang dirawat di RS Sanjiwani 27 kasus, RS Negara 5 kasus, RSUP Prof Ngoerah 2 kasus, dan RS Bali Mandara 4 kasus.

5 orang diantaranya meninggal dunia di Gianyar.

“Upaya yang dilakukan adalah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan kasus di lapangan, melihat hubungan epidemiologi kasus dan riwayat paparan faktor risiko (konsumsi olahan babi yang tidak dimasak sempurna), memastikan cara dan sumber penularan/infeksi serta melakukan upaya-upaya penanggulangan sementara,” ujar Gede Anom.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak