Jatuh Bangun Wayan Darma, Penyulap Buah Salak Jadi Dodol Hingga Arak

Pria kelahiran 1973 itu menetapkan untuk membuat olahan salak karena menjadi ciri khas daerahnya.

Eviera Paramita Sandi
Minggu, 29 Januari 2023 | 19:08 WIB
Jatuh Bangun Wayan Darma, Penyulap Buah Salak Jadi Dodol Hingga Arak
Wayan Darma, pengusaha makanan dan minuman dari salak saat ditemui di kediamannya, Jumat (27/1/2023) [suara.com/Putu Yonata Udawananda]

Namun, pada akhir 2017 Gunung Agung yang tidak jauh dari kampung halamannya meletus yang akhirnya menghambat usahanya. Kondisi diperparah saat Darma divonis pecah pembuluh otak yang mengharuskannya untuk berobat rutin.

“Desember 2017 sakit penyumbatan pembuluh darah di otak. Selama 2018 terus kumat, awal sampai 2019 pindah dokter. Sejak itu tidak pernah kumat tapi disarankan untuk istirahat,” ungkapnya.

Darma yang saat itu masih bekerja sebagai manajer akuntan menghadapi dilema jika dia harus berhenti bekerja. Ayah dari dua anak itu memutuskan tetap bekerja meski dalam keadaan sakit.

Di tengah bisnis makanannya yang menurun, angin justru kembali mengarah padanya.

Baca Juga:Malang, Pengusaha Laundry Ini Telepon Genggamnya Dirampas Maling, Warganet Kasian

Darma mengetahui rancangan peraturan Gubernur Bali yang memungkinkan legalisasi bagi usaha minuman destilasi khas Bali seperti arak.

Semangatnya pun kembali, dia pun bersiap untuk melegalkan produk arak salaknya yang selama ini hanya dijual kecil-kecilan. Puncaknya adalah ketika akhir tahun 2019 Darma memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer akuntan dan fokus pada usahanya.

“Ternyata Pergub itu keluar bulan Januari 2020. Setelah keluar itu, saya langsung cari partner untuk melegalkan produk itu. Februari keluar lah izin legalnya itu. Saat itu saya langsung produksi sekitar 100 karton,” tuturnya.

Keyakinannya terbayar, kini usaha arak salaknya yang diberi merek Selaka Ning terus berkembang. Dia bahkan sudah memiliki merek arak dari buah lontar yang bermerek Palwana.

Sejak awal, Darma sudah percaya akan pentingnya ciri khas dalam berbisnis. Memilih dan berpegang pada buah salak selama usahanya berjalan sudah menjadi ciri khas bagi usahanya.

Baca Juga:Banting Setir dari Manajer Akuntansi Jadi Pebisnis Arak Salak Khas Bali

Darma bahkan menyebut tidak ada yang tersisa dari seluruh bagian buah salak. Semuanya akan diolah, mulai dari daging dan serat yang dia jadikan dodol dan manisan, airnya menjadi arak, bijinya diolah menjadi minuman serbuk, dan kulitnya diubah menjadi pupuk.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini