Akan tetapi tidak demikian dengan 150 Caddy golf dengan status kontrak. Mereka dihentikan tanpa kompensasi apapun.
"Sulit. Waktu saya kehilangan pekerjaan sebagai caddy itu sulit. Banyak orang yang marah," kata Dwi.
Saat masih bekerja di Resort tersebut gajinya memang hanya Rp 1,3 Juta per bulannya. Akan tetapi tip dari pegolf kaya di sana membuat ia bisa menghasilkan sebanyak Rp15 juta per bulan.
Kini ia hanya menerima pemasukan bersih Rp1,3 juta saja. Namun, tanpa tip.
Baca Juga:Geger, Sumbatan Berbau Busuk di Gorong-gorong Ternyata Jasad Manusia
Ratusan pekerja diberhentiakn setelah Trump Organization dan pengembang MNC Group Indonesia menutup resort bintang enam itu pada 2017.
Padahal awalnya kedua badan usaha itu bermitra untuk mengubah citra Nirwana menjadi resort yang menawarkan pemandangan Samudra Hindia yang indah.
Resort itu bahkan sempat dijuluki 'proyek impian' oleh sang putra, Donald Trump Jr pada kunjungannya ke Jakarta 2019 lalu.
Pada awal beroperasinya di 2015, resor itu jadi impian para pekerja di Indonesia. Akan tetapi pandemic menghambat segalanya.
Kepala MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyebut pandemi covid-19 telah menghambat rencana pembukaan kembali resort tersebut.
Baca Juga:Pasca Ledakan Bom Polsek Astana Anyar, Keamanan Bandara Ngurah Rai Diperketat
Sementara itu, Direktur Divisi Properti MNC Edwin Darmasetiawan menolak untuk memaparkan berapa jumlah pekerja yang dipecat.