Sebut Koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat Bohong-bohongan, Fahri Hamzah Debat Panas dengan Andi Mallarangeng

Andi Mallarangeng tak terima koalisi tiga partai ini disebut bohong-bohongan oleh Fahri Hamzah

Wakos Reza Gautama
Rabu, 23 November 2022 | 14:46 WIB
Sebut Koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat Bohong-bohongan, Fahri Hamzah Debat Panas dengan Andi Mallarangeng
Ilustrasi Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah. Fahri Hamzah debat panas dengan Andi Mallarangeng. [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Gelora]

SuaraBali.id - Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah terlibat debat seru dengan politisi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat membicarakan koalisi tiga partai yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat.

Awalnya Andi Mallarangeng membicarakan mengenai alasan tiga partai tersebut harus berkoalisi. Ini karena terbentur dengan aturan presidential treshold 20 persen. 

Karena Demokrat, PKS dan Nasdem tidak memenuhi ambang batas itu, maka mau tidak mau harus berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). 

"Kami bertiga juga sadar, sendirian ga mungkin. Kursi kita kurang. Dari 3 partai ini, hanya bisa calonkan satu pasang. Kami harus bertiga karena itu kita harus berkompromi," ucap Andi Mallarangeng dikutip dari Youtube Total Politik.

Baca Juga:Terungkap! Ternyata Ini Alasan Koalisi Perubahan Belum Deklarasi, Presiden PKS: Belum Mencapai Titik Temu

Menurut Andi, setiap partai bisa mengukur kekuatannya masing-masing secara scientific sehingga  bisa memilih pasangan yang kuat dan bisa menang. 

"Urusan tidak ada aturan sekarang, justru sekarang ini dibanding yang lalu-lalu, last minute," kata Andi Mallarangeng.

"Ini last minute juga. Ini kan bohong-bohongan," tukas Fahri Hamzah. Andi Mallarangeng tak terima koalisi tiga partai ini disebut bohong-bohongan karena menurutnya ini adalah usaha untuk mencari calon pasangan terbaik.

"Ga ada. Anda kumpul-kumpul terus dianggap seolah-olah itu serius," bantah Fahri Hamzah.

Effendy Choirie alias Gus Choi dari Partai Nasdem menimpali bahwa pertemuan tiga partai ini berkaitan dengan negara karena itu tidak mungkin bohong-bohongan.

Baca Juga:Ruhut Sindir Anies soal Rasa Malu, Refly Harun: Mudah-mudahan Bukan Karena Menjalankan Tugas

Justruk karena ini persoalan negara, menurut Fahri Hamzah, ia mempertanyakan mengapa hal ini tidak dibikin serius oleh Demokrat, PKS dan Nasdem. 

Menurut Fahri, situasi ketiga partai ini sebenarnya lagi asal-asalan, tidak jelas dan sedang bingung. 

"Jangan sok yakin padahal lagi bingung. Jadwal ini tidak bisa memaksa siapapun karena tidak ada dalam schedule negara.
Kalau tidak ada schedule negara kita anggap serius?" ujar Fahri.

Andi Mallarangeng memberi bantahan. Menurutnya tidak ada larangan bagi tiga partai ini untuk berusaha mencari yang terbaik bagi bangsa.

"Kita bertiga berusaha mencari kesepakatan. Kebetulan partai bang Fahri bukan bagian tiga partai ini. Kami bertiga sedang berusaha," tutur Andi.

Fahri menjawab dirinya tidak tidak mempersoalkan partainya, tapi mempersoalkan konsepnya.

"Masa kalau kita sedang berusaha anda mengatakan bohong-bohongan. bahwa usaha ini insyallah segera terwujud," sanggah Andi.

"Kalau bukan persoalan negara saya tidak mempersoalkan. Tapi karena ini persoalan negara ayo kita persoalkan. Apa manfaatnya ini buat rakyat? kan tidak ada manfaatnya buat rakyat," tegas Fahri Hamzah.

"Kenapa tidak (ada manfaatnya)? Kalau kita berhasil mewujudkan koalisi ini," sergah Andi. "Kalau berhasil?" timpal Fahri lagi.

Menurut Andi Mallarangeng jika tidak ada usaha gimana mau berhasil dan pertemuan tiga partai ini adalah bentuk usaha.

"Yang ada manfaatnya bagi rakyat, umumkan partaimu, umumkan calonmu, umumkan gagasan calonmu tentang apa masalah republik bagaimana menghadapinya," tegas Fahri.

Menanggapi ini, Gus Choi menilai Fahri terlalu suudzon bahwa pertemuan Nasdem, PKS dan Demokrat adalah main-main. 

"Selama kita di DPR kita juga serius apalagi ini bicara soal pres (presiden) saya kira itu serius," ungkap Gus Choi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak