SuaraBali.id - Mimpi kerap menjadikan seseorang punya pikiran negatif akan hal yang belum tentu terjadi. Mimpi juga kerap dialami seseorang dan berhubungan dengan aktivitas seksualnya.
Mimpi tentang hubungan seksual tak hanya bisa terjadi saat remaja, ketika masa pubertas. Tapi bisa terjadi pada siapa saja, tak terbatas usia.
Menurut Ashleigh Sacks, psikolog dan pakar interpretasi mimpi di Just Answer, hal itu terutama terjadi di antara orang-orang yang masih mendefinisikan identitas, preferensi, dan minat seksualnya.
"Seks tidak hanya mengacu atau menyoroti kesenangan fisik seseorang. Ini sering mewakili kualitas yang diinginkan seseorang dalam hidupnya, cara yang ingin dirasakan, dan hal-hal yang ingin mereka capai," tuturnya.
Baca Juga:Denise Chariesta Bongkar 4 Tahun Selingkuh, Ayu Dewi Pamer 10 Tahun Bersama Suami
Arti mimpi aktivitas seks berdasarkan pasangannya, berdasarkan dilansir dari Glamour pun dijabarkan oleh Loewenberg dan Sacks :
Saat mengalami ini, mungkin membuat kamu bangun dengan panik, tergantung hubungan berakhir dengan mantan tersebut. Kamu mungkin hanya merindukan orang itu, tetapi memimpikan mantan tak selalu berarti kamu ingin kembali bersamanya, terlebih bila telah menjalin hubungan yang baru.
Loewenberg menjelaskan bahwa mimpi seperti ini bisa berasal dari kesamaan antara hubungan di masa lalu dan saat ini.
“Banyak dari kita cenderung terus mencari tipe orang yang sama. Mimpi-mimpi ini membantu kamu menentukan apakah 'tipe' ini baik untuk kamu atau tidak," jelasnya.
Berhubungan seks dalam mimpi dengan seseorang yang dikenal bisa sangat membingungkan. Mungkin kamu belum pernah memikirkan mereka seperti itu sebelumnya dalam kehidupan nyata. Di alam mimpi, semua itu tak penting.
"Mimpi seks bisa datang setelah terhubung dengan seseorang pada tingkat tertentu secara emosional atau psikologis," kata Loewenberg.
Mimpi itu tak serta merta menggambarkan hasrat tersembunyi hubungan seks bersama teman And. Kemungkinan besar itu menjadi cara pikiran dalam memproses keintiman hubungan tersebut dan merefleksikannya kembali.
Jika kamu mendapati diri memimpikan fantasi seksual liar dengan rekan kerja yang selalu kamu kagumi tetapi sama sekali tak menarik, itu tak berarti kamu secara tak sadar jatuh cinta. Loewenberg mengingatkan bahwa mimpi tentang seks sebenarnya lebih tentang koneksi psikologis yang dibutuhkan daripada koneksi fisik yang diinginkan.