Jika dijumlahkan angka 1+0+8 menghasilkan nilai 9 yang merupakan angka tertinggi dalam kepercayaan Hindu dimana perwujudan kekuatan dari angka 9 merupakan penjuru mata angin.
Kode inilah yang kemudian terkenal dengan merek dupa Saraswati 108 dan nama Toko Saraswati 108.
Kini toko dupa Saraswati 108 sudah ada di dua lokasi bahkan sudah mempunyai toko sendiri. Hal ini karena dupa merupakan sarana perlengkapan upacara yang memang dibutuhkan untuk sarana dan prasarana sembahyang. Bahkan setiap upacara tidak lengkap jika tanpa menggunakan dupa.
Hasilnya luar biasa, saat ini usahanya mampu meraup omzet Rp4 miliar sebulan dan usahanya kian hari ditekuni dan terus dikembangkan.
Baca Juga:Kecanggihan Mobil Listrik Khusus KTT G20 Bali, Ada yang Harganya Lebih dari Rp 1 Miliar
"Produksi kini sudah merambah ekspor sekitar 7 ton yang dipesan ke Amerika. Yang fungsi dupa selain untuk persembahyangan dan terapi atau yoga, aroma yang justru lebih menenangkan untuk berpikir dan aroma tak begitu menyengat. Karena dupa Saraswati tanpa menggunakan zat kimia yang murni bahan alami," terang Joni Asmara Adi Putra yang juga aktif di dunia otomotif dan partai Golkar.
Joni pun memberi pesan kepada anak muda bahwa apapun yang dikerjakan haruslah ditekuni dengan modal uang dan bakat.
Tanpa ketekunan, usaha itu takkan berarti. Modal usaha bisa didapat dari hasil kerja dari kapal pesiar atau meminjam. Selain itu utang dagang dan utang bank.
"Maka dalam usaha jangan takut untuk berutang, akan tetapi harus tepat dan cermat sebagai modal usaha. Kini buah ketekunannya, ia mampu menghidupi karyawan yang berjumlah 200 orang lebih.
Semua adalah karyawan dari Jembrana yang didominasi 60 persen adalah perempuan.
Baca Juga:Demi Citra Bali di Mata Dunia, Anjing Liar di Kawasan KTT G20 Pun Disasar