SuaraBali.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ahmad Muzani mulai memetakan kekuatan politik di Bali untuk memenangkan Prabowo Subianto yang diusung sebagai Calon Presiden oleh Gerindra setelah menjajaki koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Selain menargetkan Prabowo sebagai presiden di periode yang baru nanti, Gerindra juga mengincar 2 kursi di DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang. Oleh karena itu konsolidasi gencar dilakukan termasuk di wilayah Bali.
Dalam konsolidasi DPD Partai Gerindra di Denpasar, Bali, pada Rabu (26/10/2022) malam. Ahmad Muzani juga memberikan motivasi kepada Pengurus DPD, Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masing-masing kecamatan sebagai ujung tombak partai.
“Pemilu berlangsung 14 Februari 2024, masih ada waktu sekitar 1 setengah tahun, relatif cukup untuk setting kekuatan memberi aba-aba dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi untuk memenangkan Prabowo yang diusung sebagai Capres,” kata Ahmad Muzani saat dijumpai di sela acara konsolidasi
Baca Juga:Pantai Kuta Mulai Dipenuhi Sampah Kiriman, Puncaknya Diprediksi Bulan Desember
Beberapa hasil survei yang mengukur elektabilitas Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan menggambarkan hasil yang fluktuatif, di Lembaga survei A menyebutkan Prabowo merosot namun di Lembaga Survei B justru Prabowo teratas.
DPP Partai Gerindra tak ingin terjebak hasil Lembaga survei, namun pihaknya fokus untuk menyusun kekuatan politik dan memperjuangkan kemenangan Prabowo di pentas Pilpres 2024.
“Survei naik turun timbul tenggelam itu sesuatu yang biasa buat kami, dan konsolidasi ini juga sebagai bagian checking kekuatan kami di Bali, “ ujarnya .
Menurutnya pihaknya juga sudah membuktikan di banyak tempat, yaitu saat Jokowi dan Ahok maju jadi Gubernur DKI yang diusungnya bersama PDI Perjuangan. Dimana saat itu surveinya tidak terlalu tinggi tapi tetap terpilih.
Termasuk saat Anies Baswedan maju sebagai Gubernur DKI Jakarta datang sebagai incumbent survei tidak setinggi Ahok.
“Tapi kami bisa memenangkannya dengan pengusung lainnya, survei bagi kami indikasi saja, kami santai tidak gusar,” ujarnya.