Bahkan isunya penjaga yang sedang bertugas sering mendengar suara anak kecil berlarian di sekeliling taman tersebut. Tak jarang, ia ditemani oleh 'anak kecil' saat sedang berjaga.
Petugas di sana biasanya akan menghaturkan canang sari (sesaji) ke hadapan Sang Hyang Widhi. Lokasinya berada di belakang taman dan di sana terdapat pura.
Penjaga di sana kebanyakan warga setempat yang bergantian meletakkan canang sari sebagai persembahan untuk para Dewa dan menghormati leluhur. Meski sebagian besar Taman Festival tak terurus, kuil kecil yang ada di dalamnya terawat dengan baik.
Karena lokasinya cukup jauh, saat akan menghantarkan canang sari, petugas pun harus melewati bangunan-bangunan yang sudah terbengkalai saat akan menghantarkan canang. Saat itulah petugas mendengar suara perempuan yang memanggil sambil menangis.
Baca Juga:Groundbreaking Tol Gilimanuk-Mengwi 5 Hari Lagi, Bagaimana Lahan yang Terdampak?
Meski sudah terbengkalai dan kental akan nuansa mistis, ternyata masih ada pengunjung yang penasaran dan ingin menyaksikan taman festival yang dulu terkenal megah tersebut. Tak jarang, beberapa dari mereka ingin merasakan pengalaman horor yang banyak diceritakan tentang tempat tersebut.. (beritabali.com)