facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kejati Jawa Barat Siapkan 17 Jaksa Untuk Sidangkan Kasus Crazy Rich Doni Salmanan

Eviera Paramita Sandi Selasa, 05 Juli 2022 | 12:04 WIB

Kejati Jawa Barat Siapkan 17 Jaksa Untuk Sidangkan Kasus Crazy Rich Doni Salmanan
Tersangka penipuan investasi opsi biner Doni Salmanan digiring untuk pelimpahan perkara ke Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/6/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Dalam perkaranya, Doni Salmanan diduga melakukan penipuan dengan mengajak sejumlah orang untuk berinvestasi di platform Quotex.

SuaraBali.id - Perkara dugaan penipuan investasi bodong opsi biner dengan tersangka "Crazy Rich Soreang" alias Doni Salmanan akan segera naik ke meja hijau.

Dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyiapkan 17 jaksa penuntut umum (JPU) untuk sidang tersebut.

Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi mengatakan sebanyak 17 JPU itu merupakan gabungan jaksa dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung.

"Perkaranya diteruskan ke Kejari Kabupaten Bandung, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bale Bandung," kata Didi di Kantor Kejati Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).

Doni Salmanan akan diadili di wilayah hukum Kabupaten Bandung. Ia merupakan warga yang berdomisili di Soreng, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumahnya yang berada di Soreng turut disita untuk dijadikan barang bukti.

Puluhan korban investasi bodong berkedok binary option Binomo atas tersangka Indra Kenz dan Doni Salmanan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Agung RI, Selasa (21/6/2022) hari ini. (Suara.com/Arga).
Puluhan korban investasi bodong berkedok binary option Binomo atas tersangka Indra Kenz dan Doni Salmanan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Agung RI, Selasa (21/6/2022) hari ini. (Suara.com/Arga).

Dalam perkaranya, Doni Salmanan diduga melakukan penipuan dengan mengajak sejumlah orang untuk berinvestasi di platform Quotex.

Menurutnya, aplikasi itu tidak memiliki izin dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Dari aktivitas penipuan itu, menurutnya, Doni mendapatkan keuntungan sebesar Rp3 miliar per bulan, termasuk memperoleh Rp40 miliar karena menjadi affiliator.

"Barang buktinya sangat banyak, berdasarkan daftar barang bukti ada 126 item," kata dia. (ANTARA)

Komentar

Berita Terkait