Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Baturiti Minta Perusahaan Bus Ikut Bertanggung Jawab

Dari pihak keluarga korban, Wayan Suadarma menerangkan, anak korban paling besar berusia 10 tahun.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 20 Juni 2022 | 11:23 WIB
Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Baturiti Minta Perusahaan Bus Ikut Bertanggung Jawab
Keluarga korban kecelakaan bus di Baturiti, Tabanan, Bali. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

SuaraBali.id - Kecelakaan bus pariwisata di Baturiti, Tabanan, Bali menyisakan kesedihan bagi keluarga korban kecelakaan maut di hari raya Kuningan tersebut.

Salah satunya adalah keluarga korban yang bernama Ni Wayan Wandani (30 tahun). Ia  meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil.

Dari pihak keluarga korban, Wayan Suadarma menerangkan, anak korban paling besar berusia 10 tahun.

“Nomor dua usia sekitar 6 tahun dan paling kecil 4 tahun. Kasihan dengan kondisi ini,” ujarnya di rumah duka, Minggu (19/6/2022).

Baca Juga:Fakta Dan Kondisi TKP Kecelakaan Bus di Tabanan Saat Hari Raya Kuningan Diungkap Polda Bali

Suami korban, I Nyoman Sukra telah berusaha menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Akan tetapi mereka menuntut perusahaan bus agar ikut bertanggungjawab.

“Kami harapkan datang dan ada pembicaraan,” ujarnya seperti diwartakan beritabali.com-jaringan suara.com.

Dijelaskan bahwa saat kejadian korban bersama seorang anaknya hendak melakukan persembahyangan Hari Raya Kuningan.

Namun sungguh malang, ia tertabrak bus pariwisata yang membawa siswa SMP Labschool Unesa 2, Surabaya pada Sabtu, (19/6/2022).

Baca Juga:Kepala Badan Narkotika Nasional ke Turis: Bali Bukan Tempat Aman untuk Narkotika

“Saya tidak mengira ipar yang menjadi korban,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak