facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Rumah Adat Bayan Dalam Mitigasi Bencana

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 20 Mei 2022 | 17:20 WIB

Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Rumah Adat Bayan Dalam Mitigasi Bencana
Rumah tradisional Suku Sasak (Suara.com/ Manuel Jeghesta)

Ini menjadi pengingat akan sejumlah kearifan budaya lokal yang berada di tanah "Bumi Gora"

Tak hanya itu, Adapun tradisi selamat laut juga sangat penting untuk terus dilestarikan dengan cara memotong kerbau warna hitam dan merah yang dipercaya sebagai tumbal untuk menolak bala.

"Meskipun hal tersebut sebagian masyarakat banyak yang menganggapnya sebagai mitos saat ini, tapi orang tua pada zaman dahulu selalu melakukan hal tersebut, sehingga warga di Kecamatan Pujut masih melakukan hal itu ketika akan membangun rumah atau gedung besar," katanya.

Kepala kerbau yang dipotong itu dipercaya untuk menolak bencana yang akan datang atau sebagai tumbal kata orang tua dulu, katanya.

Sementara itu, kearifan budaya lokal dalam menghadapi bencana alam seperti tsunami yang pernah terjadi secara tiba-tiba pada tahun 1978 itu sangat membantu masyarakat, karena tidak ada alat pengeras suara. Namun, tanda kentongan "Kul-Kul" yang terbuat dari pohon bambu atau kayu memiliki peran dalam menjaga keamanan maupun dalam menghadapi bencana alam.

Baca Juga: Ratusan Kendaraan Dinas di Lombok Timur Nunggak Bayar Pajak

"Ada tanda pukulan dari kentongan tersebut dalam mengumpulkan warga, maupun sebagai informasi dalam bencana," katanya.

Kearifan budaya lokal tersebut harus dilestarikan dan diharapkan supaya generasi penerus bangsa saat ini harus mengetahui hal tersebut, supaya mereka juga bisa mengenal budaya lokal di Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya.

"Generasi penerus kita harus diberikan informasi terkait kearifan budaya lokal yang ada," katanya.

Peran Bedug Dan Kentongan Alarm Bencana

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan mitigasi bencana dari kearifan lokal yang masih dipelihara dan nilai efektif memberikan informasi dan peringatan dini bencana kepada masyarakat adalah kentongan dan beduk.

Baca Juga: Dijebak Oknum Waria, Pelajar SMP di Lombok Timur Mengaku Diancam Video Mesumnya Disebar

"Dua kearifan lokal itu masih kita manfaatkan sebagai mitigasi bencana. Lainnya, sudah berubah sesuai perkembangan zaman dan teknologi," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait