Bupati Buleleng Ajak Warga Jaga Lingkungan Jelang Pelaksanaan G20 di Bali

Sebagai wujud nyata perlindungan terhadap alam menjelang perhelatan G20 di Bali

Muhammad Yunus
Senin, 16 Mei 2022 | 07:48 WIB
Bupati Buleleng Ajak Warga Jaga Lingkungan Jelang Pelaksanaan G20 di Bali
Viral air sungai berubah warna menjadi merah di Jalan Gunung Gede Kota Denpasar. [Tangkapan layar]

SuaraBali.id - Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana mengajak semua pihak turut serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai wujud nyata perlindungan terhadap alam menjelang perhelatan G20 di Bali yang juga akan membahas isu energi hijau.

"Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak ikut serta di dalamnya," kata Agus Suradnyana saat menghadiri peluncuran program pemuliaan air di Danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu 15 Mei 2022.

Ia mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan program pemuliaan air guna menjaga ekosistem dan ketersediaan air bagi masyarakat Bali pada umumnya dan masyarakat Buleleng pada khususnya.

"Kita harus jaga betul pemuliaan air ini agar keberadaan air bersih di Buleleng terus dapat terjaga, dan kita harus benar-benar tertib dengan rencana tata ruang yang kita buat tentu edukasi dan literasi tata ruang yang yang kita bangun adalah melihat ekosistem yang berkelanjutan, sehingga kita bisa masukkan ke RDTR yang kita buat," katanya.

Baca Juga:Festival Yoga Terbesar Kembali Akan Digelar di Bali

Pihaknya pun berpesan, kegiatan penanaman pohon harus diimbangi dengan pemeliharaan secara intensif, sehingga kegiatan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia.

"Penanaman pohon jangan hanya sifatnya seremonial saja, pohon kecil-kecil dan yang tidak asli dari kawasan ini sehingga pohon tidak bisa tumbuh dengan baik," pesannya.

Bukan hanya itu saja, Agus berpesan agar perlindungan danau dalam konteks ekosistem ikan tetap memperhatikan keadaan ideal dan efektivitas pelepasan ikan itu sendiri.

"Selama ini, kami rutin melepaskan ikan di danau setiap bulan sekali. Adapun ikan yang kami lepas adalah yang ukurannya sedang dan besar, sehingga tidak dimakan ikan predator. Saya berpesan juga ikan yang dilepas bukan yang kecil-kecil karena tidak efektif," tutur dia.

Agus menilai jika ekosistem ikan terjaga baik maka akan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Utama kepada para pemancing di daerah itu. "Memang tidak boleh ada keramba apung. Tapi, disini banyak ada pemancing, sehingga harapannya dapat dimanfaatkan ketika memang ekosistem ikan terjaga," kata Agus.

Baca Juga:Pemain Baru Lagi! Persis Solo Resmi Datangkan Gavin Kwan Adsit dari Bali United

Program pemuliaan air serangkaian dengan kegiatan Yayasan Puri Kauhan Ubud bersama Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja itu diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di tepi Danau Tamblingan, Buleleng, Minggu (15/5/2022). (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak