facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga dari Bali Berkuasa di Hampir Seluruh Jawa

Eviera Paramita Sandi Jum'at, 13 Mei 2022 | 13:20 WIB

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga dari Bali Berkuasa di Hampir Seluruh Jawa
Penggambaran Raja Airlangga [Wikipedia]

Raja Airlangga menjadi salah satu yang termasyhur dan meluaskan kekuasaannya di hampir seluruh Pulau Jawa kala itu.

SuaraBali.id - Pada zaman kerajaan Mataram kuno, Raja Airlangga menjadi sosok yang tekenal dan berjaya. Kerajaan tersebut pada periode Jawa Timur sempat hancur kemudian kembali jaya usai berubah menjadi kerajaan Kahuripan.

Pada masa-masa tersebut, Raja Airlangga amat dikenal. Raja Airlangga menjadi salah satu yang termasyhur dan meluaskan kekuasaannya di hampir seluruh Pulau Jawa kala itu.

Namun sebelum menjadi raja besar, Airlangga yang datang dari Pulau Bali, terpaksa mengasingkan diri ke hutan - hutan.

Dikisahkan dalam sebuah buku berjudul "Nusantara Sejarah Indonesia" karya Bernard H. M. Vlekke. Airlangga dikisahkan datang dari Bali tempat ayahnya lahir.

Baca Juga: Lokasi Kuliner Sate Babi yang Terkenal di Bali, Mulai di Kuta, Denpasar, Gianyar

Pada awalnya Airlangga hanyalah seorang raja lokal yang mencoba menguasai Pulau Jawa kala itu.

Langkahnya tak mudah dan menimbulkan pertentangan bahkan perlawanan dari penguasa - penguasa lokal. Para penguasa lokal ini lebih suka kekacauan berkelanjutan daripada menjadi bawahan seorang raja kuat.

Hal ini yang membuat Airlangga kabur dari peradaban dan memilih hidup dalam pengasingan di hutan - hutan belantara. Tahun - tahun panjang yang dihabiskannya dalam kesendirian di antara petapa - petapa di hutan dan gunung.

Namun demikian Raja Airlangga tak ingin menyia-nyiakan hidupnya, Airlangga menghimpun kekuatan fisik dan moral, untuk mencapai tujuannya.

Ia menyatakan, bahwa masa - masa penyangkalan dan penguasaan diri itulah yang pada akhirnya memberikan keberhasilan padanya. Penguasaan diri yang dijalankan menurut pengajaran Brahmanistik dengan sendirinya memperkuat tekad Airlangga.

Tapi bagi para teolog yang seiman denganya pada zaman itu, pengalamannya punya arti lebih. Mereka memandangnya sebagai periode perhimpunan ilmu gaib dan kekuasaan yang mereka yakini ada dalam segala sesuatu di bumi dan yang mencapai perwujudan paling tinggi pemakaiannya, secara sadar oleh mereka yang ahli dalam kekuatan gaib.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait