facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita CPMI Asal Lombok yang Terpaksa Pinjam Uang Tetangga Demi ke Polandia Tapi Malah Ditipu

Eviera Paramita Sandi Kamis, 12 Mei 2022 | 19:52 WIB

Cerita CPMI Asal Lombok yang Terpaksa Pinjam Uang Tetangga Demi ke Polandia Tapi Malah Ditipu
CPMI asal Lombok Timur bersama dinas terkait saat mengikuti hearing pembahasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpoldagri), Kamis (12/5/2022). [Suara.com/Tony Hermawan]

Impiannya harus kandas di tengah jalan sebab sudah setahun lamanya belum diberangkatkan.

SuaraBali.id - Mimpi mengubah nasib perekenomian keluarga untuk lebih sejahtera rupanya hanya tinggal angan-angan semata. Iming-iming  akan diberangkatkan ke negara lain dengan penempatan paling lama 4 bulan kandas.

Nasib apes ini dialami salah satu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bernama Angga Riksa warga Masbagik, Lombok Timur. Ia awalnya ingin berangkat ke Polandia mencari nafkah untuk anak dan istri.

Namun impiannya harus kandas di tengah jalan sebab sudah setahun lamanya belum diberangkatkan. Lebih apes lagi, uang Rp 15 juta yang dibayarkan ke PT tersebut juga belum dikembalikan.

“Saya habis Rp 15 juta,” aku Angga Riksa setelah menghadiri hearing pembahasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kamis (12/5/2022).

Uang dengan nominal Rp 15 juta bagi Angga Riska jumlahnya cukup besar dan sulit didapatkan. Jalan satu-satunya harus meminjam ke tetangga.

Setelah mendapatkan pinjaman, uang itu langsung disetorkan ke PT yang menjanjikan untuk diberangkatkan. Alih-alih dapat berangkat mengejar impian, justru harus menelan pil pahit sebab hingga kini belum ada kejelasan waktu keberangkatan.

“Saya udah menunggu setahun belum berangkat,” keluhnya.

Angga Riksa melanjutkan cerita jika dirinya bukan satu-satunya  korban dugaan penipuan. Namun jumlahnya cukup banyak, bahkan ada yang mencari pinjaman ke rentenir hingga kini belum lunas dibayar.

“Mereka sampai sekarang masih ditagih, kalau pinjam di rentenir kan pakai bunga,” sesalnya.

Ia pun tidak berpasrah diri dan terus menuntut uang jaminan dari perusahaan tersebut. Alhasil, uang yang dikembalikan hanya Rp 5 juta. Kini tinggal menunggu sisa pengembalian.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait