facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ratusan Sapi di Lombok Tengah Positif Virus PMK, Ini Gejalanya

Eviera Paramita Sandi Kamis, 12 Mei 2022 | 12:53 WIB

Ratusan Sapi di Lombok Tengah Positif Virus PMK, Ini Gejalanya
Ilustrasi sapi (unsplash.com/@mrmrs)

Akibatnya sapi tersebut tidak ada nafsu makan, yang mengakibatkan lemah.

SuaraBali.id - Ratusan ternak sapi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) positif terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Berdasarkan pemeriksaan di lapangan terhadap sapi yang diduga terkena PMK, gejala yang dialami, seperti adanya lelehan lendir dari mulut, hidung, luka di hidung, air liur berlebihan dan panas badan terlalu tinggi mencapai 37 derajat, deman serta diantara kuku kaki ada luka.

Akibatnya sapi tersebut tidak ada nafsu makan, yang mengakibatkan lemah.

"Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah telah menerima hasil sampel yang dikirim ke Laboratorium di Denpasar. Hasilnya positif PMK," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman di Praya, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Dispar Mataram Akan Alihkan Lapak UMKM di Loang Baloq Jika Tak Kunjung Beroperasi

Penyebaran virus PMK pada sapi ini terus meluas. Sebelumnya, di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah sebanyak 63 ekor, bertambah menjadi 150 ekor di Desa Puyung dan Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat.

"Gejala yang dialami itu hampir sama, secara populasi ternak sapi itu suspek PMK," katanya.

Ia mengatakan dengan adanya kejadian itu, pihaknya bergerak cepat dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus PMK ke hewan lainnya.

"Sapi yang terkena PMK kita isolasi secara kelompok," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan adanya wabah penyakit ternak yang mulai menyerang puluhan sapi di Lombok Tengah. Sehingga ,penyebaran virus PMK itu tidak meluas ke kecamatan lainnya.

"Kita juga akan memperketat akses keluar masuk ternak sapi di Lombok Tengah untuk mencegah penyebaran virus PMK tersebut," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait