Menurut hematnya, masalah ini jika tak kunjung diselesaikan, maka membuat jera pembeli yang kapok balik lagi kalau tau harga di mark-up.
"Imej pasar itu sendiri yang rusak gara-gara pedagang aji mumpung," tuturnya.
Pasca viralnya unggahan tersebut, Alfano mengaku tidak dihubungi pihak manapun untuk klarifikasi, dirinya siap jika diminta keterangan.
Padahal beberapa tokoh influencer juga sudah turut speak-up di media sosial untuk menjadi perhatian pemerintah, salah satunya Ni Luh Djelantik yang unggahan media sosial tentang konten ini dikomentari lebih dari 1.000 warganet yang menghujat pedagang pasar Kedonganan.
Baca Juga:Minyak Goreng Curah di Tabanan Capai Rp 20 Ribu Per Liter, Kadisperindag Tak Bisa Bicara Banyak
"Belum ditanggapi tapi semoga segera ditanggepin ya. Justru yang ikut speak up adalah akun-akun media sosial pemerhati bali, ibu niluhdjelantik, chef nausa, tiktokers," kata dia
Tak hanya di pasar saja, rupanya di salah satu restoran yang ia singgahi juga bertindak nakal dengan menukar bahan seafood segar dengan bahan yang berbeda.
"Tapi untuk kasus ini sepertinya memang salah pedagang di pasar kedonganan dan perilaku restoran di Jimbaran yang licik yang keduanya perlu dibenahi. Video itu juga untuk kritik supaya wisata UMKM di bali lebih maju," pungkasnya.
Kontributor Bali : Yosef Rian
Baca Juga:Rumah Warga di Tabanan terbakar Akibat Korsleting, Bagian Dalam Hangus Tak Tersisa