"Penurunan ini mungkin karena bulan puasa, dan masyarakat ingin bersama keluarganya," ungkapnya.
Rai menyebut wisatawan domestik yang berkunjung di Bali pada libur lebaran kali ini disominasi wisatawan dari Jakarta, disusul Surabaya, ketiga Jawa Tengah dan Keempat Jawa Barat lalu daerah lainnya.
"Kebanyakan aktivitas mereka di Kuta Selatan, Nusa Dua, Jimbaran, Canggu jadi favorit, untuk asal wisatawan domestik didominasi kota besar Jakarta, nomor dua Surabaya, ketiga Jawa Tengah dan keempat Jawa Barat," paparnya.
Untuk Wisdom asal Surabaya karena infrastruktur yang semakin berkembang sekarang banyak yang menempuh jalur darat untuk ke Bali. Sehingga bisa banyak dijumpai plat Surabaya di Bali.
Baca Juga:Toleransi di Bali, Pecalang Jaga Rumah Pemudik Muslim di Denpasar
Sedangkan Okupansi hotel di wilayah Badung juga diluar prediksi, awalnya diperkirakan mencapai 40 persen namun ternyata Okupansi mencapai 60 persen yang didominasi di wilayah Kuta Selatan.
"Okupansi 60 persen ini diprediksi sampai satu minggu kedepan, setelah itu turun namun tidak lama meningkat kembali bookingan menjelang GPDRR," ungkapnya.
Untuk faktor yang menyebabkan banyaknya wisatawan berkunjung di Bali saat ini adalah pelonggaran syarat masuk Bali karena pandemi COVID-19 yang sudah melandai dan banyaknya promosi menarik dari travel agent, hotel, restoran.
"Dilihat dari angka kasus COVID-19 yang begitu landai dan sangat terkendali, saya rasa Bali siap dari pandemi menuju endemi," ungkapnya.
Dengan kedatangan wisatawan tersebut diharapkan bisa mempromosikan Bali yang kini aman, nyaman dan sehat untuk dikunjungi.
Baca Juga:Aksi Para Pecalang Patroli Jaga Rumah Pemudik di Denpasar
Minggu (1/5/2022) terpantau aktivitas penyeberangan dari Sanur, Denpasar Selatan ke obyek wisata Nusa Penida dan Nusa Lembongan mengalami meningkatan hingga tiga lipat bahkan 100 persen dari hari biasa yang didominasi wisatawan domestik.