Pemudik Lebaran 2022 di Pelabuhan Gilimanuk Diprediksi Akan Mencapai 17 Ribu Orang

Pergerakan di pelabuhan bakal jauh lebih meningkat setelah pemerintah mencabut larangan mudik pasca dua tahun pandemi COVID-19.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 22 April 2022 | 11:47 WIB
Pemudik Lebaran 2022 di Pelabuhan Gilimanuk Diprediksi Akan Mencapai 17 Ribu Orang
ILUSTRASI - Suasana mudik Nyepi, kapal penumpang terakhir sebelum Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditutup. [FOTO: Imam Hamdani/ TIMES Indonesia]

SuaraBali.id - Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra memprediksi jumlah mobilitas pemudik di Pelabuhan Gilimanuk mencapai angka di atas 17 ribu orang atau sekitar 4.000 saat puncak arus mudik mendekati Hari Raya Lebaran.

Sedangkan di Padang Bai, yang kepadatannya memang lebih rendah dari Gilimanuk - Ketapang, jumlah orang diprediksi sekitar 4.000 dan kendaraan sekitar 600 unit.

Pergerakan di pelabuhan bakal jauh lebih meningkat setelah pemerintah mencabut larangan mudik pasca dua tahun pandemi COVID-19.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan mudik lebaran.

Guna mengurai kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2022, Polda Bali membuka kantong-kantong parkir baru di sekitar kawasan Pelabuhan, baik Gilimanuk, Jembrana, Bali maupun Padang Bai.

Pada Pelabuhan Gilimanuk telah disiapkan 5 kantong parkir dan Padang Bai berjumlah 3 kantong parkir.

"Hal khusus kami antisipasi lonjakan kegiatan mudik di Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai kita siapkan kantong parkir Gilimanuk 5 kantong parkir sebelum dermaga dan di dermaga, sedangkan di Padang Bai ada 3 kantong parkir sebelum masuk Padang Bai agar tidak terjadi penumpukan, seperti di Ye Malet, Goa Lawa dan sekitar lokasi Padang Bai," paparnya dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2022 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, pada Jumat (22/4/2022).

Di kawasan sekitar pelabuhan tersebut tidak hanya kesiapan kantong parkir, namun juga diatur zona-zona kendaraan, seperti kendaraan berar, kendaraan kecil, hingga pejalan kaki.

"Arus kendaraan dibagi tiap zona diatur sedemikian rupa sehingga diharapkan arus mudik yang melewati pelabuhan bisa lancar, pada prinsipnya kami sudah siap melaksanakan pengamanan," tuturnya.

Dalam persiapan pengaman arus mudik kali ini, total ada 5.100 personel dari unsur gabungan terdiri TNI Polri, pemerintahan, Basarnas hingga Pecalang dilibatkan untuk kelancaran kegiatan yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat lebaran itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak