Sang ibu pun mencium foto Kadek setibanya di Bale Dangin rumah duka. Ia tak kuasa membendung air matanya.
Di rumah duka juga dilakukan sebuah Upacara Persemayaman Militer yang dilanjutkan dengan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Paman Kadek, I Nyoman Sagra Jaya menyampaikan bahwa Kadek merupakan sosok yang begitu rajin belajar demi meraih cita-cita sebagai seorang TNI.
Orang tua yang kini mantan pekerja hotel dan pelaku usaha laundry berhasil membesarkan kedua putranya menjadi TNI.
Keluarga besar almarhum Kadek juga berkarier militer menjadi TNI, hal ini menambah semangat Kadek dalam meraih cita-citanya menjadi TNI. Dan berhasil lulus pendidikan TNI pada tahun 2019.
Usianya masih 25 tahun, Kadek menjadi kebanggaan keluarga. Hingga akhir hidupnya almarhum belum berkeluarga.
"Sosok almarhum, pendiam rajin belajar pernah menyampaikan senang belajar, memang bercita-cita jadi TNI. Memang keluarga besar TNI, kakak kandungnya TNI di Malang, Pamannya, Misannya juga tentara, tapi kalau orang tuanya swasta," beber Nyoman.
Saat kabar duka tiba, keluarga begitu tak menyangka. Kabar duka pertama kali datang dari satuan Denpom Merauke yang mengabarkan bahwa Kadek meninggal dunia saat bertugas pengamanan.
Padahal sesaat sebelumnya, Kadek berkomunikasi dengan keluarga di rumah dan menyampaikan pesan bahwa dirinya hendak bertugas pengamanan. Namun tak disangka tugas itu menjadi akhir tugas Kadek di dunia.
"Komunikasi dengan keluarga masih, terakhir sore kalau tidak salah sekitar pukul 17.00 Wita. Almarhum bilang ada Penugasan pam, bapak ibu beliau menjawab yaudah hati-hati, itu komunikasi terakhir sebelum kabar duka tiba," ungkap sang paman.