Indonesia Tunjukkan Kearifan Lokal Bali pada Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Perhelatan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana ke-7 semakin dekat.

Siswanto
Kamis, 17 Maret 2022 | 14:09 WIB
Indonesia Tunjukkan Kearifan Lokal Bali pada Upaya Pengurangan Risiko Bencana
Ilustrasi bali [shutterstock]

Sementara itu, penanggung jawab Desa Wisata Penglipuran Nengah Monang turut menjelaskan upaya risiko bencana yang sesuai dengan ajaran agama yang dianut oleh agama Hindu.

“Kita turut mengambil filosofi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup harmonis dengan Tuhan, alam sekitar dan sesama manusia. Filosofi yang kami pegang dalam membangun desa ini turut menjadi upaya bersama dalam pengurangan risiko bencana, khususnya melestarikan alam,” kata Nengah.

Kemudian Suharyanto turut mengungkapkan bahwa nilai gotong royong yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Penglipuran dapat menjadi contoh dalam penguatan penanggulangan bencana.

“Tentunya kita melihat masyarakat desa ini sering berkumpul dan berdiskusi untuk menyatukan sikap terlebih tidak ada sekat, ada juga Hutan Bambu yang dimiliki masyarakat desa dan mereka sepakat untuk melestarikan dengan adanya peraturan untuk tidak dijual maupun ditanami tanaman lainnya,” katanya.

Baca Juga:DPR Usul Pembahasan RUU Penanggulangan Bencana Dihentikan, Dua Tahun Dibahas Selalu Deadlock Tak Ada Titik Temu

“Inilah gotong royong yang harus kita tonjolkan kepada para delegasi bahwa gorong royong menjadi modal Indonesia dalam penguatan upaya PRB,” dia mengatakan.

Kunjungan ke Desa Penglipuran akan dijadwalkan pada 28 Mei 2022 mendatang. Fasilitas terkait mitigasi bencana seperti papan arah jalur evakuasi dan titik kumpul maupun protokol kesehatan telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para delegasi.

Pada peninjauan tersebut Kepala BNPB didampingi Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Gubernur Provinsi Bali, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak