Viral Fenomena Hujan Es di Kintamani Bali Hari Ini, Ini Penjelasan BMKG

Peristiwa ini pun viral di media sosial, salah satunya instagram @bali.terkini dan mengundang ragam komentar warganet.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 01 Februari 2022 | 18:25 WIB
Viral Fenomena Hujan Es di Kintamani Bali Hari Ini, Ini Penjelasan BMKG
Tangkapan layar hujan es di Desa Batur, Kintamani, Bangli, Bali, pada Selasa (1/2/2022). [Istimewa/Instagram Bali.terkini]

Proses pembentukan Es tersebut, kata dia, disebabkan pergerakan massa udara yang kuat.

Adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat, dikenal dengan istilah strong updraft and downdraft di dalam awan CB.

Pergerakan massa udara naik (updraft) yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dimana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft hingga membentuk butiran es yang semakin membesar.

Strong updraft di suatu daerah dapat terbentuk akibat adanya pemanasan matahari yang intens, pemanasannya sangat optimal/kuat, antara pagi hingga siang bari, serta dapat dipengaruhi oleh topografi suatu daerah.

"Saat butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hail atau hujan es," jelasnya

Di samping itu, faktor lainnya ialah, tingkat pembekuan yang rendah, adanya lapisan yang tingkat pembekuan yang lebih rendah, dikenal dengan istilah Lower Freezing Level.

Pada fenomena hujan es/hail, lapisan tingkat pembekuan (freezing level) mempunyai kecenderungan turun lebih rendah dari ketinggian normalnya.

"Hal ini menyebabkan butiran es yang jatuh ke permukaan bumi tidak mencair sempurna. Lapisan tingkat pembekuan (freezing level) merupakan lapisan pada tinggian tertentu diatas permukaan bumi dimana suhu udara bernilai nol derajat celsius. Pada ketinggian ini, butiran air umumnya akan membeku menjadi partikel es. Di Indonesia, umumnya lapisan tingkat pembekuan (freezing level) berada pada kisaran ketinggian antara 4-5 km diatas permukaan laut," papar dia.

Cahyo menambahkan, hujan baru dikatakan hujan es jika memenuhi sifat-sifat fenomena hujan es atau hail meliputi, sangat lokal, luasannya berkisar 5-10 kikometer, waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit, lebih sering terjadi pada peralihan musim dan dapat dimungkinkan terjadi pada musim hujan dengan kondisi cuaca sama seperti masa transisi atau pancaroba.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak