Warga di NTB Diimbau Untuk Tidak Bepergian ke Luar Daerah Dan Luar Negeri Untuk Mewaspadai Omicron

Ada potensi virus tersebut akan banyak dibawa oleh pelaku perjalanan, utamanya pada daerah yang sudah ada pasien terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:05 WIB
Warga di NTB Diimbau Untuk Tidak Bepergian ke Luar Daerah Dan Luar Negeri Untuk Mewaspadai Omicron
Omicron

SuaraBali.id - Warga di Nusa Tenggara Barat (NTB) diimbau untuk tidak bepergian ke luar daerah maupun luar negeri demi mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 Omicron.

Hal ini juga dikarenakan kasus positif COVID-19 di NTB masih terjadi, bahkan penambahan kasus positif terdapat empat orang pada Kamis (20/1/2022). Untuk itu, menjelang perhelatan MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022, pemprov melakukan antisipasi.

"Hal ini untuk menjaga agar keluarga dan kerabat di rumah tidak tertular varian baru COVID-19 itu," kata Asisten III Setda Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Jumat (22/1/2022).

Ada potensi virus tersebut akan banyak dibawa oleh pelaku perjalanan, utamanya pada daerah yang sudah ada pasien terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron.

"Jadi, karena NTB sebagai daerah tujuan wisata di Indonesia dan dunia. Tentunya, sikap kewaspadaan COVID-19 varian Omicron harus ditingkatkan. Apalagi, antisipasi benar-benar kita lakukan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika pada Maret ini,"katanya.

Salah satu upaya melindungi diri dari paparan COVID-19 varian Omicron menurut mantan kepala dinas Kesehatan NTB itu adalah lewat vaksinasi penguat. Hal ini karena sejak dua bulan terakhir, kasusnya per hari nol dan satu kasus.

"Lonjakan kasus yang terpapar varian Omicron ini cenderung grafiknya meningkat. Ini karena penyebarannya cukup cepat. Maka, perlu kita cepat juga melakukan antisipasi sedini mungkin," kata dokter Eka.

Ia menjelaskan tambahan kasus baru tersebut, ada beberapa orang yang merupakan pelaku perjalanan dalam negeri. Dengan adanya pelaku perjalanan yang terkonfirmasi COVID-19. Tentunya,katanya, hal itu membuat Pemprov NTB semakin waspada terutama varian Omicron.

"Kita ini dikunjungi banyak orang dari luar daerah. Untuk itu kita harus waspada. Protokol kesehatan harus betul-betul kita tegakkan. Ini yang bisa kita lakukan untuk melindungi kita," kata dia.

Ia menambahkan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi menjadi senjata yang ampuh untuk melindungi diri dari paparan COVID-19 karena tidak mungkin NTB melarang orang luar untuk berkunjung ke daerah ini.

"Tapi, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 varian Omicron. Semua kasus positif COVID-19 yang ditemukan dilakukan 'sequencing'," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini