facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Jadi Zona Hijau, Kini Pasien Covid-19 di Mataram Bertambah 3 Orang

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:30 WIB

Setelah Jadi Zona Hijau, Kini Pasien Covid-19 di Mataram Bertambah 3 Orang
Ilustrasi virus Covid-19. (freepik.com)

Setelah sebelumnya sejak 17 November 2021, Kota Mataram sudah masuk zona hijau COVID-19

SuaraBali.id - Pasien positif COVID-19 bertambah tiga orang, sehingga total kasus selama Januari 2022 menjadi 11 orang, dua di antaranya meninggal dunia. Hal ini ditegaskan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Data terungkap pada Kamis (20/1/2022) pukul 17.00 WITA seteah sebelumnya sejak 17 November 2021, Kota Mataram sudah masuk zona hijau COVID-19 dengan nol kasus positif COVID-19 pada 325 lingkungan se-Kota Mataram.

Namun kini kasus positif kembali ditemukan pada awal Januari 2022.

"Dengan adanya tambahan tersebut, maka jumlah pasien COVID-19 asal Kota Mataram yang masih dirawat di RSUD Mataram menjadi 9 orang," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Kamis (21/1/2022).

Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, mengatakan, tiga tambahan pasien COVID-19 tersebut berusia 60 tahun ke atas atau merupakan kalangan lanjut usia (lansia) dan memiliki penyakit komorbid.

Tapi dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel tiga pasien positif COVID-19 itu dinyatakan negatif Omicron.

"Ketiga kasus positif baru itu teridentifikasi terpapar COVID-19 biasa dan sekarang dirawat di ruang isolasi RSUD Mataram," katanya.

Menurutnya, dengan adanya temuan kasus positif baru COVID-19 mulai awal Januari 2022, berdampak perubahan status zona penyebaran COVID-19 terhadap empat lingkungan.

Dari 325 lingkungan di Kota Mataram, ada empat lingkungan mengalami penurunan status dari zona hijau menjadi zona kuning atau risiko ringan penyebaran COVID-19.

"Empat lingkungan yang turun status itu dipicu karena ada warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan jumlah kasus 1-2 orang," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait