facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kawasan Kuta Mandalika Ditanami 15 Ribu Pohon Bakau

Eviera Paramita Sandi Senin, 17 Januari 2022 | 18:11 WIB

Kawasan Kuta Mandalika Ditanami 15 Ribu Pohon Bakau
Acara penanaman pohon mangrov di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (ANTARA/Humas Kodim 1620 Lombok Tengah). [Foto : ANTARA]

Upaya penghijauan itu dilaksanakan dengan tujuan pemulihan ekosistem bakau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika.

SuaraBali.id - 15 Ribu tumbuhan bakau (mangrove) ditanam di Desa Mertak Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat. Aksi penanaman pohon ini dilakukan oleh Prajurit TNI Kodim 1620/Lombok Tengah bersama dengan unit pelaksana teknik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Upaya penghijauan itu dilaksanakan dengan tujuan pemulihan ekosistem bakau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika. Pembibitan dilakukan dengan menanam seedling dalam polibag yang sudah diisi tanah.

"Penanaman dilakukan dengan teknik pembibitan yang menggunakan metode pengayaan," Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan di Praya, Senin (17/1/2022).

Adapun jenis bibit yang ditanam adalah Rizhopora Mucronata dan Rizhopora Stylosa. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam bibit bakau bervariasi mulai dari 1mx1m, 2mx2m, hingga 2mx5m.

Kegiatan penanaman bakau diharapkan dapat memulihkan atau memperbaiki kualitas serta melestarikan hutan bakau. Selain itu diharapkan dapat mengembalikan fungsi dan manfaat hutan bakau baik secara fisik, ekologis dan ekonomis.

Dengan adanya kegiatan penanaman ini masyarakat diharapkan untuk ikut serta dalam menjaga ekosistem bakau di kawasan Kuta Mandalika.

Tumbuhan bakau adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, atau muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut dan tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas.

"Hutan bakau memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis," katanya.

Adapun manfaat bakau secara fisik adalah sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi dan intrusi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon.

"Secara ekonomis hutan bakau berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya," katanya. (ANTARA)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait