alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Haji Suri Korban Banjir Lombok Barat Ditemukan Tak Bernyawa Tertutup Atap Seng

Eviera Paramita Sandi Selasa, 07 Desember 2021 | 17:01 WIB

Haji Suri Korban Banjir Lombok Barat Ditemukan Tak Bernyawa Tertutup Atap Seng
Penemuan jenazah korban banjir di Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). [Foto : Suara.com/ Lalu Muhammad Helmi Akbar]

Dengan ditemukannya Haji Suri ini maka jumlah korban banjir maka jumlah korban meninggal dunia sebanyak 5 orang.

SuaraBali.id - Setelah menghilang hampir 1×24 jam, Haji Suri korban banjir bandang yang dinyatakan hilang di Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Senin (6/12/2021) akhirnya ditemukan pada Selasa (7/12/2021) pukul 15.17 Wita.  

Namun Haji Suri ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Lokasi penemuan jenazahnya berjarak 50 meter dari rumahnya. Tubuhnya tertutup atap seng dengan posisi menekuk.

Penemuan jenazah Haji Suri ini memupuskan harapan sang anak, Bhaihaki. Bhaihaki tadinya berharap ayahnya selamat setelah hilang sesaat setelah air menerjang rumahnya.

Ia pun menceritakan detik-detik ayahnya hanyut terbawa arus banjir yang mengerikan itu. Awalnya mahasiswa Fakultas Peternakan, Universitas Mataram ini bercerita bahwa dirinya tengah mengerjakan tugas kuliah di dalam rumah.

Baca Juga: Haji Suri Tak Kunjung Ditemukan, Sempat Terlihat Terseret Air Bah Bersama Kandang Sapi

Selanjutanya, kata Baihaki, terasa seperti ada gempa kecil. Kemudian ia lari keluar.

Di luar rumah, lanjut Baihaki, ternyata di luar sudah banyak air. Sang ayah sudah tenggelam setengah badan.

"Kemudian saya loncat menarik Bapak, tetapi saya terpental karena air susulan yang datang. Saya terseret sekitar 10 meter. Saya bangun, Bapak sudah hilang terbawa arus, rumah juga sudah hanyut," lanjut Baihaki kepada Suara.com di titik lokasi pencarian Bapaknya, Selasa siang (7/13/2021).

Menurutnya, saat itu sang bapak sedang membersihkan kandang sapi. Ia pun kaget ketika melihat tinggi dan derasnya air bah tersebut datang bersama material longsor yang dipenuhi kayu-kayu besar.

"Saya cuma syok aja, saat kejadian saya cuman sendiri di rumah menemani kedua orang tua," kata mahasiswa semester 5 ini.

Baca Juga: Petugas Sedot Air yang Genangi Rumah Warga di Lombok Barat

Dua orang saudara Baihaki sendiri memang saat itu sedang tidak berada di rumah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait