alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

IPM NTB Peringkat 29 Seluruh Indonesia, Disebut Melambat Karena Pandemi

Eviera Paramita Sandi Kamis, 02 Desember 2021 | 11:01 WIB

IPM NTB Peringkat 29 Seluruh Indonesia, Disebut Melambat Karena Pandemi
Foto udara kawasan tugu Mataram Metro di Mataram, NTB, Senin (28/12/2020). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi]

Kepala BPS NTB Wahyuddin menyebutkan, angka ini menunjukkan bahwa IPM NTB masih berada dalam kategori capaian sedang.

SuaraBali.id - Badan Pusat Statistik (BPSNTB mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tahun 2021 pada angka 68,65 persen. Jika merujuk ke angka ini, IPM NTB mengalami  pertumbuhan sekitar 0,59 persen dari angka 2020, 68,25 persen.

Kepala BPS NTB Wahyuddin menyebutkan, angka ini menunjukkan bahwa IPM NTB masih berada dalam kategori capaian sedang.

”Atau sekitar urutan ke-29 seluruh Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Dalam skala nasional, capaian ini tak mengalami peningkatan dari tahun 2020. Tahun lalu, provinsi NTB juga menempati urutan ke 29 dari 34 provinsi di Indonesia. 

Salah satu hal yang menjadi faktor lambatnya pertumbuhan IPM, kata Wahyudin adalah pandemi. Pandemi telah membawa sedikit perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia di NTB.

IPM tahun 2020 tercatat sebesar 68,25 atau tumbuh 0,16 persen.

Angka tersebut terbilang melambat jika dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Perlambatan capaian IPM tahun 2020 disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan komponen pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan.

Kemudian IPM NTB tahun 2021 adalah 68,65 atau tumbuh 0,59 persen. Dengan capaian ini, rata-rata pertumbuhan IPM tahun 2010-2021 menjadi sebesar 1,06 persen per tahun.

Ia mencatat, peningkatan IPM juga terjadi di sepuluh kabupaten kota lainnya.

“IPM terendah masih ditempati oleh Kabupaten Lombok Utara dengan angka tercatat 64,77. Urutan teratas ditempati oleh Kota Mataram dengan 79,14. Sejak tahun 2017, IPM Kabupaten Sumbawa Barat mencapai status tinggi dan bersanding dengan Kota Mataram dan Kota Bima,” tukasnya.

Komentar

Berita Terkait