alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tradisi Mekepung di Bali Bangkit Setelah 2 Tahun Terhenti

Eviera Paramita Sandi Senin, 29 November 2021 | 12:30 WIB

Tradisi Mekepung di Bali Bangkit Setelah 2 Tahun Terhenti
Tradisi Mekepung di Jembrana, Bali

Kedepan kata Bupati sudah mempersiapkan arena balap mekepung yang representatif, yaitu sirkuit All in One

SuaraBali.id - Semenjak pandemi Covid-19 merebak di Bali beserta aturan pembatasannya, banyak acara tradisi di Bali yang terpaksa tak bisa dilaksanakan. Salah satunya yaitu tradisi Makepung di Jembrana, Bali.

Tradisi ini terhenti setelah 2 tahun. Padahal Mekepung merupakan ciri khas Jembrana yang menggambarkan keunikannya sebagai tradisi satu satunya yang ada di Bali. 

Kini kasus Covid-19 mulai mereda, Bupati Jembrana I Nengah Tamba pun membuka kembali lomba mekepung Jembrana Cup 2021 di Sirkuit Sang Hyang Cerik Desa Tuwed, Minggu (28/11/2021).

Pada ajang Jembrana Cup ini memperebutkan Piala Bergilir, serta uang pembinaan sebesar Rp.100 juta.  Masing masing terdiri dari Juara Umum (1 dan 2) dengan total Rp. 49 juta.

Juara Kelompok (A, B, C) dengan total Rp.33 juta. Serta Juara Favorit (1, 2, dan 3) berjumlah Rp.18 juta.

Kali ini dimenangkan oleh Blok Ijo Gading Barat, sebagai Juara Umum I dan juga Juara untuk masing-masing kelompok. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengapresiasi sekehe/kelompok mekepung karena telah mampu mempertahankan, mengajegkan atraksi budaya mekepung ini.

"Ini barang mahal, ini yang kita miliki yang selalu kita banggakan Kabupaten Jembrana," kata Bupati I Nengah Tamba sebagaimana diberitakan beritabali.com – Jaringan Suara.com.

Sebagai ucapan terima kasih sambungnya, kegiatan tahun ini diizinkan dengan menerapkan Protokol yang sangat ketat.  Mulai dari sidak masker, vaksin, dan juga membuka gerai vaksin bagi penonton/pengunjung yang belum divaksin atau vaksin masih tahap I.

Sebelum lomba ini, Bupati juga sudah merapatkan dengan jajaran Forkopimda dan pejabat teknis di Kabupaten Jembrana, bagaimana cara menyiasati kegiatan lomba ini.

 Kedepan kata Bupati sudah mempersiapkan arena balap mekepung yang representatif, yaitu sirkuit All in One yang akan dibangun di Pengambengan dengan sepanjang lintasan yang dapat ditonton.

Komentar

Berita Terkait